Dalam dua tahun terakhir, harga gula di Eropa naik dua kali lipat.

UE Tawarkan Kelonggaran Bea Cukai untuk Gula Australia

Kamis, 12 Oktober 2023, 08:05 WIB

Bendera Uni Eropa | Sumber Foto:Håkan Dahlström/Wikimedia

AGRONET -- Negosiator Uni Eropa (UE) dalam perjanjian perdagangan bebas dengan Australia menawarkan tarif masuk yang lebih rendah bila jumlah gula yang dikirimkan ke benua itu tidak layak secara komersial. Laporan Reuters mengutip, langkah ini diambil saat Eropa sedang kekurangan gula.

Dalam dua tahun terakhir, harga gula di Eropa naik dua kali lipat. Kenaikan ini berkontribusi pada lonjakan harga pangan. Salah satu faktornya peraturan lingkungan yang ketat sehingga menekan produksi lokal. Hal ini juga membuat pembeli mengandalkan barang impor yang sebagian besar dikenakan bea masuk.

Sejak 2018 Uni Eropa sudah menegosiasikan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia, salah satu produsen gula dan komoditas pertanian lainnya. Pada Selasa (10/10/2023) dua orang sumber mengatakan, Uni Eropa menawarkan untuk membebaskan bea cukai untuk gula Australia sebanyak 15 sampai 20 metrik ton per tahun. Namun orang-orang di industri gula Australia mengatakan pengiriman biasanya memuat sekitar 40 ribu ton gula dan tidak layak dikirimkan secara komersial bila kurang dari itu.

Karena itu, kata seorang eksekutif gula di Australia, tawaran Uni Eropa "tidak ada gunanya, sama sekali tidak ada gunanya." Juru bicara Kementerian Perdagangan Australia menolak memberikan komentar mengenai besarnya kuota yang diusulkan.

"Kami tidak melakukan negosiasi atau posisi negosiasi di depan umum," kata juru bicara tersebut.

Juru bicara Komisi Eropa juga menolak berkomentar. Namun, ia mengatakan blok tersebut "berupaya keras untuk mencapai kesepakatan yang membuka peluang bagi petani dan konsumen Eropa dan Australia".

Di Eropa, kelompok yang mewakili petani gula melobi agar Uni Eropa tidak membebaskan tarif bagi kuota yang lebih besar. Konfederasi Internasional Petani Bit Eropa (CIBE) mengatakan mereka menentang akses apa pun terhadap gula Australia. Direkturnya Elisabeth Lacoste mengatakan pasar lokal menyaksikan masuknya besar-besaran gula dari Ukraina pada musim Oktober-September 2022/23 setelah Uni Eropa menangguhkan batasan impor dari negara tersebut. Namun, asosiasi industri gula-gula Eropa, Caobisco, mengatakan pihaknya meminta UE untuk mengizinkan 100.000 metrik ton impor gula mentah Australia bebas bea pada tahun pertama perjanjian perdagangan.

Negosiasi perdagangan bebas antara UE dan Australia terhenti pada Juli lalu. Canberra mengatakan Brussels tidak menawarkan akses pasar yang cukup untuk produk pertaniannya, namun negosiasi dilanjutkan kembali bulan lalu.

Asosiasi industri gula Australia CANEGROWERS mengatakan mereka menginginkan akses pasar yang baik. Menurut mereka kesepakatan perdagangan Inggris-Australia baru-baru ini merupakan contoh bagus mengenai skala kuota yang diinginkan.

Inggris yang merupakan pasar yang jauh lebih kecil dibandingkan Uni Eropa setuju untuk membebaskan bea cukai gula Autralia dengan kuota 80.000 ton pada tahun pertama dan 20.000 ton lagi setiap tahun hingga tarif dihapuskan pada tahun 2031.

Pengiriman gula Australia bebas bea pertama dalam 50 tahun tiba di London bulan lalu. Kapal itu membawa 33.000 ton metrik gula.

"Untuk mencapai kesepakatan, Australia membutuhkan akses pertanian baru yang bermakna secara komersial untuk berbagai produk, termasuk gula, ke pasar Eropa," kata Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Don Farrell.

Bulan lalu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa harus berupaya menyelesaikan perjanjian perdagangan bebasnya dengan Australia, dan negara lain dengan Meksiko dan blok Amerika Selatan Mercosur, pada akhir tahun ini. (tar)