Menurut sebagian besar analis, India mungkin tidak akan mengekspor gula pada musim panen berikut karena produksi yang lebih rendah.

Panen tebu | Sumber Foto:Jean Beaufort/Public Domain Pictures
AGRONET -- Para pedagang, pabrik gula, dan analis gula India memantau langkah pemerintah mereka dalam membatasi ekspor setelah curah hujan musim hujan di negar itu lebih rendah dari rata-rata. Menurut survei Bloomberg terhadap 13 analis, pedagang dan pabrik gula, sebagian besar mengatakan India mungkin tidak akan mengekspor gula pada musim baru yang dimulai pada 1 Oktober karena produksi yang lebih rendah.
Dua responden mengatakan, pengiriman bisa mencapai setidaknya 2 juta ton. Pada sebuah konferensi yang diadakan di New Delhi pekan lalu, Direktur Umum Sucden Jeremy Austin mengatakan India diperkirakan akan memproduksi 28,6 juta ton gula pada musim ini.
Menurut laporan Bloomberg, Jumat (29/9/2023), mengatakan bahwa meski curah hujan rendah, Menteri Pangan Sanjeev Chopra tetap yakin dengan perkiraannya akan hasil panen musim depan. Selama beberapa pekan terakhir, pasar gula global resah karena curah yang buruk akan mengurangi hasil panen. Hal ini diyakini akan mendorong India untuk membatasi pengiriman untuk menjaga harga lokal menjelang pemilihan umum tahun depan.
Musim hujan di India berlangsung dari Juni sampai akhir September, dan daerah-daerah penghasil gula utama di Maharashtra dan Karnataka mengalami curah hujan yang lebih rendah pada musim ini. India merupakan produsen gula terbesar kedua di dunia setelah Brasil, dan pemerintah India telah membatasi ekspor beras dan gandum.
Berdasarkan data biro cuaca India pada 28 September, curah hujan kumulatif India pada musim hujan tahun ini 6 persen di bawah normal. Curah hujan bahkan lebih rendah di beberapa wilayah lain.
Beberapa bagian dari Maharashtra mengalami curah hujan yang lebih rendah sekitar 14 persen, sementara di beberapa daerah di Karnataka, curah hujannya lebih rendah 27 persen.
Hujan yang terlambat tahun lalu mengurangi hasil panen dan memangkas produksi, sehingga mendorong India membatasi pabrik-pabrik mengekspor gula hingga sekitar 6 juta ton ekspor pada tahun 2022-23, hampir setengah dari apa yang diizinkan pada tahun sebelumnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television pekan lalu, ketua eksekutif Shree Renuka Sugars Ltd. mengatakan produksi dapat menjadi "jauh lebih rendah" dan hal ini dapat mendorong pemerintah membatasi ekspor. Asosiasi Pabrik Gula India memperkirakan produksi negara ini mencapai 32,8 juta ton pada tahun 2022-23.
Menurut data yang dikumpulkan kementerian pangan, harga gula domestik naik sekitar 5 persen sepanjang tahun ini. Pemerintah secara tidak langsung mengendalikan biaya karena mengatur volume yang dapat dijual oleh pabrik gula setiap bulannya.
Panen akan dimulai bulan depan dan menteri pangan mengatakan prospek produksi membaik setelah hujan baru-baru ini. Ia menambahkan negara ini tidak menghadapi kekurangan gula dan India akan meminta para pabrik gula untuk menjual lebih banyak untuk mengendalikan harga-harga domestik. Negara ini juga akan mengawasi penimbunan. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









