PSMA mengatakan, menyandera industri gula dengan regulasi yang berlebihan adalah tidak adil dan merugikan.

Tebu sebelum diproses di pabrik gula di Pakistan. | Sumber Foto:Saad mursaleen-Wikimedia
AGRONET -- Asosiasi Pabrik Gula Pakistan (PSMA) mengatakan, kenaikan harga gula disebabkan penyelundupan dan depresiasi mata uang secara besar-besaran. Menurut PSMA menuding kekeliruan pemberitaan yang menyebut penyebab kenaikan harga gula adalah kekurangan stok dan ekspor gula Pakistan.
"Kesan ini tidak benar dan fakta-fakta yang digambarkan jauh dari kenyataan", kata PSMA seperti dikutip the Nation, Jumat (1/9/2023).
PSMA mengatakan, analisis objektif dari angka-angka tersebut akan mengungkapkan bahwa pada akhir musim gula terakhir 2021-2022, Pakistan mengalami surplus sekitar 10 lakh ton gula. Karena surplus yang sangat besar ini, Pemerintah Pakistan mengizinkan 2,5 lakh ton gula untuk diekspor dengan pertimbangan untuk mengizinkan ekspor 2,5 lakh ton lagi setelahnya. Namun, saat produksi berikutnya tak sebaik perkiraan, Pemerintah Pakistan menghentikan ekspor gula lebih lanjut.
Sejauh menyangkut harga gula, pasar gula internasional sangat tidak stabil. Oleh karena itu, kata asosiasi gula Pakistan tersebut, ada banyak penyeludupan dari perbatasan Pakistan.
Menurut PSMA, gula Pakistan sangat populer karena kualitasnya yang tinggi dan harga di dalam negeri yang rendah mendorong penyeludupan melalui perbatasan barat. Fenomena penting lainnya untuk kenaikan harga di pasar domestik adalah karena nilai tukar dolar AS yang tinggi dan tidak dapat diprediksi.
Selain itu juga kenaikan harga bensin, suku bunga, dan upah juga menaikan harga pasar untuk semua komoditas lainnya. PSMA mengatakan, semua faktor ini membuat gula terimbas dalam situasi pasar yang tidak menguntungkan ini.
PSMA mengatakan penting untuk dicatat untuk musim gula mendatang 2023-2024, perkiraan menunjukkan kemungkinan ada kekurangan produksi gula dibandingkan konsumsi. Ini disebabkan penurunan lahan tebu di seluruh Pakistan.
PSMA meminta pemerintah menyusun strategi untuk melindungi perbatasan untuk menghindari kebocoran gula. Asosiasi juga meminta pemerintah federal untuk membebaskan industri gula seperti kekuatan pasar lainnya seperti beras, jagung, dan tanaman lainnya agar dapat bersaing di pasar internasional.
PSMA mengatakan, menyandera industri gula dengan regulasi yang berlebihan adalah tidak adil dan merugikan pertumbuhan sektor ini. Jika peraturan yang berlebihan ini terus berlanjut, katanya, maka akan mengakibatkan berkurangnya perkebunan tebu dan pemerintah harus mengeluarkan miliaran dolar untuk menutupi kekurangan produksi gula dalam negeri. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










