Harga Gula Putih Sempat Sentuh Level Tertinggi dalam 12 Tahun

Jumat, 01 September 2023, 08:59 WIB

Grafik | Sumber Foto:Gianfranco Antognoli-Credit Village

AGRONET -- Harga gula putih di ICE pada Rabu (30/8/2023) naik ke level tertinggi dalam 12 tahun. Kenaikan ini didorong prospek turunnya pasokan global karena cuaca kering mengancam menurunkan produksi gula di India dan Thailand.

India berada di jalur curah hujan terendah dalam delapan tahun terakhir dan diperkirakan akan melarang pabrik-pabrik mengekspor gula pada musim mendatang yang dimulai bulan Oktober. Cuaca juga kering juga terjadi di Thailand, negara pengekspor gula terbesar ketiga di dunia.

Cuaca kering telah dikaitkan dengan El Nino, peristiwa iklim yang alami yang menurut Organisasi Meteorologi Dunia memiliki kemungkinan 90 persen bertahan pada paruh kedua tahun 2023.

"Bangkitnya kembali fenomena cuaca El Nino, menimbulkan kekhawatiran untuk komoditas pertanian," kata perusahaan pengelolaan investasi WisdomTree dalam sebuah laporan seperti dikutip dari Business Recorder, Kamis (31/8/2023).

Laporan itu mencatat kemungkinan gangguan pada produksi beberapa komoditas termasuk gula. Perusahaan-perusahaan investasi telah membeli saham perusahaan gula dengan harapan nilainya akan naik.

Gula putih untuk pengiriman Oktober di ICE naik 1,75 persen menjadi 737,60 dolar AS per metrik ton pada pukul 13.55 WIB setelah mencapai puncaknya di level tertinggi 12 tahun di 740,20 dolar AS.

Harga gula mentah juga naik, dengan kontrak berjangka Oktober 1,45 persen lebih tinggi di angka 25,82 sen per pon setelah menyentuh level tertinggi dalam dua bulan di 25,89 sen per pon.

Harga kakao berjangka di London juga naikan tajam karena kekhawatiran pasokan dan mencapai level tertinggi 46 tahun dengan defisit global ketiga berturut-turut yang diperkirakan secara luas untuk musim 2023/24 (Oktober/September).

Kakao New York bulan Desember naik 0,6 persen menjadi 3.609 dolar per metrik ton. Harga kopi juga naik, dengan robusta November naik 1,6 persen menjadi 2,489 dolar AS per metrik ton sementara Arabika Desember naik 1,3 persen menjadi 1,5505 dolar AS per pon. (tar)