Liberalisasi penuh perdagangan gula diperkirakan akan merugikan para pekebun dan pabrik gula.

Asosiasi Gula Filipina Tolak Proposal Liberalisasi Impor

Minggu, 20 Agustus 2023, 05:55 WIB

Ladang tebu | Sumber Foto:Pxhere

AGRONET -- Asosiasi industri gula Filipina menolak proposal untuk meliberalisasi impor di negara itu. Konfederasi Asosiasi Produsen Gula (Confed) mengatakan,  pemerintah seharusnya memberikan dukungan tambahan kepada industri gula yang sedang kesulitan ini.

"Apa yang dibutuhkan oleh para produsen gula adalah lebih banyak program-program pemerintah untuk meningkatkan produksi kami dan menurunkan biaya produksi kami, dan kebijakan-kebijakan impor dan perpajakan yang lebih kondusif, yang mendukung dan melindungi para petani kami," kata Presiden nasional Confed Aurelio Gerardo Valderrama Jr dalam pernyataannya seperti dikutip Business Inquirer, Sabtu (19/8/2023).

Ia menambahkan, Confed mengakui perlunya menghasilkan lebih banyak pendapatan untuk meningkatkan pundi-pundi pemerintah. Hal ini tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan produsen gula lokal.

Sementara itu, direktur eksekutif Asosiasi Pabrik Gula Filipina (PSMA) Cocoy Barrera mengatakan, liberalisasi impor gula "akan menyebabkan kematian industri kami."

"Nantinya, tidak hanya cukai untuk minuman berpemanis yang akan dinaikkan, tetapi juga secara berurutan, para produsen minuman akan diberi izin untuk mendatangkan gula produksi luar negeri untuk mengimbangi kenaikan biaya yang disebabkan oleh cukai yang lebih tinggi," kata Barrera.

Baik Confed maupun PSMA menyampaikan terima kasih kepada para anggota parlemen yang mengajukan resolusi untuk menolak proposal Departemen Keuangan untuk mengizinkan produsen makanan dan minuman membeli gula secara langsung. Izin langsung dinilai memiliki dampak negatif terhadap sektor ini.

"Industri gula dalam negeri telah kekurangan dukungan pemerintah yang sangat dibutuhkan," kata Resolusi Parlemen Filipina No. 1199.

"Alih-alih memperbaiki ketidakadilan ini, Departemen Keuangan mengusulkan untuk meliberalisasi impor gula yang akan semakin memperparah penyakit industri gula dalam negeri," katanya.

Resolusi tersebut mengutip penelitian tahun 2021 yang ditugaskan National Economic and Development Authority (NEDA). Penelitian itu menemukan, deregulasi impor gula "akan lebih menguntungkan orang kaya daripada orang miskin" dengan imbas yang jelas bagi para pemangku kepentingan industri.

Studi NEDA merekomendasikan liberalisasi perdagangan gula secara bertahap dan parsial di tengah-tengah distorsi yang parah di pasar gula global. Penelitian tersebut mengatakan ada keuntungan "tipis" bagi masyarakat secara keseluruhan sebesar 2 miliar peso atau 1,8 persen dari liberalisasi gula secara penuh.

"Liberalisasi penuh perdagangan gula diperkirakan akan merugikan para pekebun dan pabrik gula yang keuntungannya diproyeksikan akan menurun hingga 57 persen," kata penelitian tersebut. (tar)