Biaya energi empat kali lebih tinggi dibandingkan sebelum wabah korona.

Makanan Manis di Belanda Terimbas Harga Gula

Rabu, 16 Agustus 2023, 13:22 WIB

Pepernoten | Sumber Foto:MM.Minderhoud

AGRONET -- Menjelang akhir musim panas, para produsen makanan manis di Belanda mulai memproduksi stok camilan Sinterklaas seperti cokelat dan kue pepernoten. Konsumen diperkirakan membayar harga lebih mahal untuk camilan-camilan ini karena tingginya harga kakao dan gula.

Produsen cokelat Droste mengatakan tahun ini harga cokelat akan naik sekitar 10 hingga 15 persen. Termasuk kenaikan harga tahun lalu, konsumen Belanda akan membayar hingga 30 persen lebih mahal daripada sebelum Rusia menginvasi Ukraina dan memicu inflasi besar-besaran.

"(Kenaikan) ini memang perlu," kata direktur komersial perusahaan coklat Droste, Bernard Brummelaar seperti dikutip dari NL Times, Rabu (16/8/2023).

"Kami membayar 50 persen lebih mahal untuk kakao, bahan baku utama kami, dan 25 persen lebih mahal untuk gula," katanya.

Selain itu, kata Brummelaar, perusahaan menghadapi biaya energi, pengemasan, transportasi, dan tenaga kerja yang lebih tinggi, seperti halnya perusahaan lain. "Biaya energi empat kali lebih tinggi dibandingkan sebelum wabah korona," tambahnya.

Direktur sekaligus pemilik produsen pepernoten Van Delft Biscuits, Oscar de Lange mengungkapkan cerita serupa. "Saya menduga tahun ini pepernoten akan 20 persen lebih mahal bagi konsumen," kata direktur perusahaan yang bertanggung jawab atas tiga perempat pasar pepernoten Belanda itu.

Itu berarti sekantong pepernoten seberat satu kilogram dengan cokelat, misalnya, akan mendekati angka 5 euro. Tetapi De Lange tidak terlalu khawatir dengan angka penjualan tersebut. Penjualan telur Paskah tidak turun meskipun satu kantung seberat satu kilogram dijual dengan harga lebih dari 5 euro untuk pertama kalinya tahun ini.

"Konsumen tidak akan mengurangi pembelian, meskipun harganya 5,49 euro per kantong. Paskah dan Sinterklaas hanya datang setahun sekali, bukan? Ada banyak perasaan dan emosi yang terlibat," katanya.

"Masyarakat hanya melihat pepernoten diasosiasikan dengan kesenangan dan perasaan nostalgia dan hangat. Masyarakat hanya menginginkan tas seperti itu di rumah mereka."

Harga kakao di bursa saham New York berada pada level tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir. "Harga ini mendekati puncak sebelumnya di tahun 2011," kata ekonom sektor pangan ING Thijs Geijer dari ING.

"Faktor-faktor penting di sini adalah cuaca yang tidak mendukung dan perkiraan panen di area-area produksi utama," tambahnya. (tar)