Harga gula global telah mencapai level tertinggi dalam 10 tahun pada Juli.

Pasar Gula Dunia Alami Siklus Bullish

Senin, 14 Agustus 2023, 07:25 WIB

Gula | Sumber Foto:Depositphotos

AGRONET -- Wakil Presiden Analisis Pasar di ASR Group, London, Toby Cohen mengatakan penurunan stok dan perkiraan defisit gula global pada tahun 2023-24 membuat pasar dunia berada dalam fase kenaikan harga.

"Pasar (dunia) jelas sedang mengalami siklus bullish (kenaikan harga), meskipun 'kisah tentang gula' masih berkembang," ujar Toby Cohen, wakil presiden analisis pasar di ASR Group, London, di Simposium Pemanis Internasional pekan lalu seperti dikutip Food Bussines News, Minggu (13/8/2023).

Harga gula global telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir, mencapai level tertinggi dalam 10 tahun pada Juli. Agronet mengumpulkan data yang menunjukkan kenaikan harga gula telah didorong oleh sejumlah faktor, seperti penurunan produksi di India yang merupakan produsen gula terbesar kedua di dunia. Produksi gula di negara itu turun 8 persen tahun ini karena kekeringan dan hama.

Alasan lainnya adalah naiknya permintaan dari Cina sebagai konsumen gula terbesar di dunia. Permintaan gula dari Cina diperkirakan akan terus naik di tahun-tahun mendatang. Sementara perang di Ukraina juga telah mengganggu perdagangan global, mempersulit negara-negara untuk mengekspor atau mengimpor gula.

Kenaikan harga gula menjadi perhatian bagi konsumen dan bisnis. Bagi konsumen, ini berarti mereka harus membayar lebih untuk makanan dan minuman yang manis. Bagi bisnis, ini berarti mereka harus membayar lebih untuk bahan baku dan pengemasan.

Organisasi Gula Internasional atau International Sugar Organisation (ISO) memperkirakan defisit gula global sebesar 2,12 juta ton pada musim 2023-24. Ini berarti akan ada lebih banyak permintaan gula daripada pasokan, yang kemungkinan akan membuat harga tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Kenaikan harga gula adalah pengingat pentingnya ketahanan pangan. Gula adalah makanan pokok bagi jutaan orang di seluruh dunia, dan kenaikan harganya bisa berdampak signifikan pada keterjangkauan pangan

Penting bagi pemerintah dan bisnis untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa pasokan gula global memadai untuk memenuhi permintaan.

Selain faktor-faktor yang disebutkan di atas, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi harga gula dalam beberapa bulan mendatang. Misalnya, cuaca di Brasil, produsen gula terbesar di dunia, dapat berdampak signifikan pada produksi. Jika terjadi kekeringan di Brasil, hal itu bisa menyebabkan penurunan produksi gula lebih lanjut dan harga yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, prospek harga gula masih belum pasti. Namun, jelas kemungkinan harga akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Hal ini bisa berdampak signifikan bagi konsumen dan bisnis. (tar)