Real Brasil yang lebih kuat menghambat produsen gula Brasil melakukan ekspor.

Ilustrasi real Brasil | Sumber Foto:Freepik
AGRONET -- Penguatan mata uang real Brasil menaikkan harga gula setelah mata uang tersebut pada Jumat (21/7/2023) naik ke level tertinggi terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir. Real yang lebih kuat menghambat produsen gula Brasil melakukan ekspor.
Dikutip dari Bachart, Sabtu (22/7/2023) kenaikan harga minyak mentah sebesar 1 persen lebih, membuat etanol lebih menguntungkan sehingga dapat mendorong pabrik-pabrik gula dunia mengalihkan lebih banyak tebunya untuk memproduksi etanol daripada gula, hal ini dapat membatasi suplai gula dunia.
Harga gula juga didongkrak kekeringan parah di Thailand, produsen gula terbesar ketiga di dunia. Kekeringan diprediksi akan membatasi produksi gula di negara tersebut.
Dari awal tahun sampai saat ini curah hujan di Thailand 28 persen lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, dan terjadinya sistem cuaca El Nino dapat menurunkan curah hujan lebih jauh lagi dalam dua tahun mendatang.
Perusahaan perdagangan gula Czarnikow Group memprediksi produksi gula Thailand tahun ini dapat turun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir dan mungkin turun ke level terendah kedua sejak 2009/10.
Fenomena El Nino juga salah satu faktor yang dianggap akan mengganggu produksi gula dunia. Pada 8 Juni, Pusat Prediksi Iklim AS mengatakan suhu permukaan laut di seluruh Samudra Pasifik khatulistiwa telah meningkat 0,5 derajat Celcius di atas normal, dan pola angin telah berubah hingga mencapai titik di mana kriteria El Nino telah terpenuhi.
Pola cuaca El Nino biasanya membawa hujan lebat di Brasil dan kekeringan di India yang berdampak negatif pada produksi tanaman gula. Terakhir kali El Nino menyebabkan kekeringan pada tanaman gula di Asia pada tahun 2015 dan 2016, yang menyebabkan harga melambung tinggi.
Kondisi kering baru-baru ini di Brasil telah mempercepat panen gula di negara itu dan menjadi faktor negatif bagi harga. Prakiraan cuaca Brasil yang baik juga mengurangi kemungkinan terjadinya embun beku yang merusak tanaman gula.
Produksi gula berjalan kuat di Brazil. Pada 18 Juli lalu, asosiasi industri gula Brasil, Unica melaporkan produksi gula di wilayah tengah-selatan Brasil pada paruh kedua bulan Juni naik 7,6 persen year on year menjadi 2,695 juta metrik ton dan produksi gula pada tahun panen 2023/24 hingga bulan Juni naik 25,9 persen year on year menjadi 12,228 juta metrik ton.
Selain itu, tebu yang digunakan untuk memproduksi gula tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu sampai periode yang sama yakni 42,56 persen menjadi 47,68 persen.
Kondisi cuaca yang menguntungkan di Brasil baru-baru ini mendorong pedagang gula Czarnikow untuk menaikkan perkiraan produksi gula di bagian tengah-selatan pada tahun 2023 sebesar 500.000 ton menjadi 38,2 juta metrik ton.
Selain itu, Datagro pada 29 Juni memperkirakan wilayah produksi penghasil gula terbesar di Brasil, akan tembus rekor dengan 39,1 juta ton gula pada tahun pemasaran 2023/24 yang dimulai pada bulan April. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









