Kenaikan harga gula telah berdampak ke berbagai industri lain.

Gula (Ilustrasi) | Sumber Foto:Siraanamwong/vector stock
AGRONET -- Perusahaan konsultasi The Smart Cube mencatat harga gula dunia naik 41,9 persen selama 12 bulan sampai bulan Juni. Harga diproyeksikan akan terus melambung.
Data dari The Smart Cube menunjukkan, harga gula dalam satu tahun terakhir naik drastis. Perusahaan konsultasi bisnis itu memprediksi harga akan terus naik mulai dari saat ini sampai akhir 2023. Tren ini disebabkan turunnya produksi si Thailand, Cina dan India serta lebih rendahnya produksi gula bit Uni Eropa dibandingkan yang diperkirakan.
Rendahnya produksi di Eropa karena cuaca dingin dan lembab di Jerman, Prancis, dan Polandia. Sementara pada Mei, Pemerintah India melarang ekspor gula untuk menjaga pasokan dalam negeri.
Pakar The Smart Cube Nidhi Jain mengatakan kenaikan harga gula disebabkan cuaca yang tidak bersahabat. Akibatnya, pasokan dunia berkurang.
"Intensitas musim kering yang didorong El Nino tahun ini dapat mengurangi panen gula dunia hingga 10 sampai 15 persen," kata Jain seperti dikutip Food Manufactur, Rabu (19/7/2023).
"Produksi India, Thailand, dan Cina yang merupakan lima besar penghasil gula dunia diperkirakan akan mengalami penurunan pada paruh kedua 2023," tambahnya.
Di Thailand, produksi tebu diperkirakan turun hingga 21 persen pada musim 2023/2024 karena fenomena cuaca. Jain mengatakan, kenaikan harga gula telah berdampak ke berbagai industri lain. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









