Pabrik-pabrik gula dunia mungkin mengalihkan tebunya untuk lebih banyak memproduksi gula daripada etanol.

Proses produksi etanol. | Sumber Foto:Sweeter Alternative
AGRONET -- Harga gula pada Senin (17/7/2023) ditutup lebih rendah setelah minyak mentah WTI minus 1 persen. Melemahnya harga minyak mentah menurunkan harga etanol dan dapat mendorong pabrik-pabrik gula dunia untuk mengalihkan tebunya untuk lebih banyak memproduksi gula daripada etanol.
Dikutip dari Bachart, Selasa (18/7/2023) hal itu dinilai akan menurunkan harga gula dunia. Selain itu, kondisi yang lebih kering di Brasil mempercepat panen gula di negara itu sehingga harga gula memungkinkan turun.
Prakiraan cuaca Brasil yang baik juga mengurangi kemungkinan terjadinya embun beku yang merusak. Pekan lalu Asosiasi industri gula Brasil, Unica melaporkan produksi gula di wilayah tengah-selatan pada paruh kedua Juni naik 7,6 persen year on year menjadi 2,695 MMT.
Selain itu produksi gula pada tahun panen 2023/2024 pada bulan Juni naik 25,9 persen year on year menjadi 12,228 juta metrik ton. Tebu yang digunakan untuk memproduksi gula pada bulan Juni juga naik dari tahun lalu 42,56 persen menjadi 47,68 persen.
Kondisi cuaca yang menguntungkan baru-baru ini di Brasil mendorong perusahaan perdagangan gula Czarnikow menaikkan perkiraan produksi gula di daerah penghasil gula di Brasil tahun 2023 menjadi 38,2 juta metrik ton. Ini naik 500 ribu ton dibanding periode sebelumnya.
Pada 29 Juni lalu Datagro memperkirakan wilayah penghasil gula Brasil akan menghasilkan rekor 39,1 juta ton gula pada tahun pemasaran 2023/24 yang dimulai pada bulan April, naik 16 persen year on year.
Jumat lalu, harga gula naik ke level tertinggi tiga pekan di tengah tanda-tanda permintaan yang kuat setelah hanya ada 124.250 ton pengiriman gula putih untuk memenuhi kontrak gula London bulan Agustus yang akan segera berakhir. Ini menunjukkan penurunan sebesar 45 persen dari tahun lalu.
Thailand
Harga gula terimbas dari kekeringan yang berlebihan di Thailand, produsen gula terbesar ketiga di dunia, yang mungkin akan membatasi produksi gula di negara tersebut.
Sejauh tahun ini, curah hujan di Thailand 28 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan fenomena El Nino juga dapat menurunkan curah hujan lebih parah lagi dua tahun ke depan.
Czarnikow Group memprediksi produksi gula Thailand tahun ini dapat turun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir dan mungkin turun ke level terendah kedua sejak 2009/10. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









