Pada 14 Desember 2021 panel penyelesaian sengketa WTO memutuskan dukungan India pada petani di sektor gula tidak sesuai dengan norma perdagangan dunia.

India dan Brasil Berunding untuk Selesaikan Sengketa Gula di WTO

Selasa, 27 Juni 2023, 07:56 WIB

Gula | Sumber Foto:Panchenko Karyna/Pixabay

AGRONET -- India sedang berunding dengan Brasil untuk menyelesaikan sengketa gula di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sumber pemerintah India mengatakan Kementerian Perdagangan dan Industri berkoordinasi dengan departemen lain yang terkait dengan sengketa tersebut.

Dikutip dari The Hindu, Senin (26/6/2023) India juga sedang menjalani proses serupa dengan penggugat lain dalam sengketa gula. Pada 2019 lalu Brasil, Australia dan Guatemala menggugat India di WTO karena subsidi India ke petani tidak konsisten dengan peraturan perdagangan dunia.

Sumber mengatakan Departemen Perdagangan India mengkoordinasikan kementerian lain untuk mencapai kemungkinan alternatif. Perundingan ini penting karena pada 14 Desember 2021 panel penyelesaian sengketa WTO memutuskan dukungan India pada petani di sektor gula tidak sesuai dengan norma perdagangan dunia.

Pada Januari 2022, India mengajukan banding atas putusan tersebut ke badan banding WTO. Brasil produsen gula terbesar di dunia setelah India. Brasil, Australia dan Guetemala merupakan negara anggota WTO.

Mereka menilai dukungan India pada produsen tebu yang melampaui angka minimal 10 persen dari total nilai produksi tebu telah melanggar Kesepakatan Pertanian WTO. Tiga negara itu juga menyoroti subsidi ekspor, subsidi bantuan produksi dan skema penyangga persediaan, pemasaran dan transportasi.

Berdasarkan peraturan WTO, negara anggota dapat mengajukan gugatan bila merasa kebijakan negara anggota lain melanggar norma WTO. Perundingan bilateral merupakan langkah pertama untuk menyelesaikan sengketa.

Bila kedua belah pihak tidak dapat menyelesaikan masalah lewat perundingan, salah satu pihak dapat meminta panel penyelesaikan sengketa. Laporan atau keputusan panel dapat dibanding di Lembaga Banding WTO.

Namun lembaga banding WTO tidak bekerja karena perbedaan di antara negara anggota WTO yang ditunjuk sebagai anggota lembaga ini. Beberapa sengketa sudah tertunda di lembaga banding. Amerika Serikat menghalangi penunjukkan negara anggota lembaga itu.

Perdagangan bilateral antara India dan Brasil dari 12,2 juta dolar AS pada 2021/2022 menjadi 16,6 juta dolar AS pada 2022/2023. India lebih diuntungkan dalam perdagangan ini.

India mengekspor 37,75 lakh ton gula sampai 9 Maret musim 2022/2023 yang tahun pemasarannya berakhir bulan September. Asosiasi Perdagangan Gula India (AISTA) mengizinkan ekspor 60 lakh ton per musim. (tar)