Veracruz, Meksiko, mengalami "kekeringan abnormal" di sekitar 40 persen wilayahnya.

Gara-Gara Kekeringan, Produksi Gula Meksiko Turun 15 persen

Minggu, 25 Juni 2023, 15:21 WIB

Veracruz (warna merah) negara bagian penghasil gula terbesar di Meksiko, mengalami | Sumber Foto:Wikimedia

AGRONET -- Data resmi menunjukkan produksi gula Meksiko turun 15 persen pada musim tahun ini yang berakhir lebih awal karena kekeringan. Produsen mengatakan kekeringan melemahkan tanaman dan berdampak pada panen.

Menurut komite gula nasional, Conadesuca, Meksiko yang mengekspor gula ke Amerika Serikat (AS), memproduksi 5,22 juta ton pada musim 2022/2023. Ini jauh dari perkiraan terakhir yang sekitar 5,42 juta ton. Data komite menunjukkan, panen sebelumnya menghasilkan sekitar 6,162 juta ton.

"Faktor utamanya kekeringan," kata ketua organisasi produsen tebu terbesar di Meksiko, UNC, Carlos Blackaller, dikutip Reuters, Sabtu (24/6/2023). Ia menambahkan sulitnya pupuk juga mengurangi hasil panen.

"Untuk panen berikutnya kami mengharapkan kenaikan dalam produktivitas, dengan musim hujan yang baik, kami dapat mengembalikan produksi gula di atas 6 juta ton," kata Blackaller.

Panen tahun ini hampir mendekati musim 2019/2020, hasil panen terendah dalam 10 musim yang mencapai sekitar 5,28 juta ton. Separuh dari 32 negara bagian Meksiko menghasilkan gula. Terlalu banyak atau sedikit air pada tebu akan berdampak besar pada kualitas dan kuantitas produksi gula.

Laporan terbaru komisi air Meksiko, Conagua, menunjukkan sampai 15 Juni lalu hampir 35 persen wilayah Meksiko mengalami kekeringan sedang hingga parah. Veracruz, negara bagian penghasil gula terbesar di Meksiko, mengalami "kekeringan abnormal" di sekitar 40 persen wilayahnya. (tar)