Hubungan antara gula dengan hiperaktif kemudian dipatahkan oleh penelitian ilmiah.

Mitos | Sumber Foto:Pxfuel
AGRONET -- Mitos atau fakta? Mulai 1970-an, muncul anggapan bahwa gula membuat anak hiperaktif atau dikenal dengan istilah "sugar rush".
Gagasan itu diungkapkan buku populer dokter alergi anak Ben Feingold berjudul Why Your Child Is Hyperactive. Meski buku itu didukung bukti yang sedikit, Feingold berpendapat makan adiktif termasuk gula memiliki korelasi dengan perilaku anak.
Namun, hubungan antara gula dengan hiperaktif kemudian dipatahkan oleh penelitian menyeluruh dan ditinjau dengan baik pada tahun 1994 dan 1995. Ketua American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition Mark Corkins mengatakan, terdapat konsensus di antara peneliti "sama sekali tidak ada hubungannya" antara gula dengan hiperaktif pada anak. Tapi mengapa mitos itu semakin kuat.
Dikutip National Geographic, Jumat (9/6/2023) Corkins mengatakan hal itu disebabkan kegiatan berkaitan dengan konsumsi banyak gula. "Seperti pesta ulang tahun, reuni, Natal, Thanksgiving," kata profesor University of Tennessee Health Science Center itu.
"Ketika anda melihat saat anak-anak mengkonsumsi banyak gula, biasanya diasosiasikan saat mereka sedang hiperaktif," kata Corkins. Padahal, saat anak hiperaktif, anak-anak itu bahkan tidak sedang mengonsumsi gula.
Dengan kata lain, merayakan sesuatu atau melihat kerabat atau teman yang jarang bertemu berkumpul menjadi stimulan bagi anak. Dokter nutrisi anak di Cleveland Clinic Children’s di Ohio, Diana Schnee mengatakan ia sudah melihat bukti anekdotal mengenai "sugar rush" secara langsung.
"Ada banyak hal yang dapat menjelaskan hiperaktivitas dan perubahan emosi anak-anak, salah satunya adalah mereka anak-anak, dan itu hal yang sangat khas,” kata Schnee.
Terlebih, katanya, makanan karbohidrat olahan dapat menyebabkan peradangan yang dapat mengubah perilaku anak. Tidak cukup banyak makan sayur dan buah-buah dapat mengakibatkan sembelit yang juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat suasana hati menjadi buruk.
Ketika anda memakan karbohidrat, badan mencerna makanan menjadi gula darah yang disebut glukosa. Organ, jaringan dan sel manusia mengandalkan glukosa sebagai sumber energi. Ini salah satu alasan mengapa diet keto berbahaya.
Meskipun jenis makanan bergula, ahli gizi cenderung memecah gula makanan menjadi dua kategori dasar yakni gula biasa, atau gula alami; dan gula tambahan atau olahan.
“Jadi wortel adalah sayuran yang kaya akan beta karoten. Tapi wortel sebenarnya memiliki gula alami di dalamnya, ”kata Corkins.
Buah memiliki gula alami yang disebut fruktosa, begitu pula dengan susu yang memiliki gula alami yang disebut laktosa. Corkins mengatakan, tidak ada batasan jumlah gula alami yang dapat anak-anak makan setiap harinya. Namun konsumsi gula tambahan atau olahan pada anak harus diawasi agar tidak menimbulkan dampak pada kesehatan. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










