Rendemen pada awal musim giling tebu kali ini diperkirakan naik 0,72 persen.

Pemangku Kepentingan Industri Gula Perkirakan Rendemen Naik

Senin, 29 Mei 2023, 10:53 WIB

Rendemen tebu musim awal giling tahun ini diharapkan naik. | Sumber Foto:WebTechExperts/Pixabay

 

AGRONET -– Rendemen pada awal musim giling tebu kali ini diperkirakan meningkat 0,72 persen. Hal itu diungkap dalam pertemuan pemangku kepentingan industri gula yang mengangkat tema “Taksasi Produksi Awal Giling Tahun 2023”, April lalu.

Fokus pembahasan Taksasi Produksi Awal Giling mengarah ketercapainya “Swasembada Gula Tahun 2028”, bagaimana mencapai rendemen tinggi, meningkatkan produksi dan produktivitas tebu maupun gula. Selain itu tentang kemitraan petani dan kepatuhan terhadap peraturan dan perizinan yang ditetapkan pemerintah.

Pertemuan ini juga dihadiri Direktorat Jenderal Perkebunan juga oleh Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan (Dirtansimtah) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Sebelumnya direktorat ini disebut Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah (Dirtansimpah).  Komoditas yang ditangani direktorat ini bertambah tanaman sawit dan palma.

Luas lahan yang berkisar 450 ribu Ha membutuhkan perhatian karena kondisi hara tanah semakin menurun. Untuk mencapai produksi tinggi dengan luasan yang ada maka langkah yang harus dilakukan adalah meningkatkan produktivitas dan memperbaiki kondisi hara tanah.

Namun, masalah ini terkendala dengan kesulitan pupuk yang harganya terus naik. Pertemuan ini memutuskan, arahan Presiden Joko Widodo untuk menggunakan pupuk organik harus mulai dipikirkan.

Pertemuan ini juga membahas target swasembada gula 2028, terlepas dari masalah pergulaan saat ini. Salah satu targetnya memperluas areal 100 ribu Ha per-tahun agar kebutuhan penambahan lahan 700 ribu Ha bisa terpenuhi sampai tahun 2028.

Menurut BMKG sejak Maret 2023 La Nina telah ke fase netral, index ENSO (El Nino Southern Oscillation) menunjukkan La Nina semester I berakhir pada Februari 2023.  BMKG memperdiksi, ENSO akan tetap netral sampai pertengahan 2023. Itu berarti menuju El Nino pada semester II tahun 2023 yang berintensitas lemah dan pada kondisi ini sifat hujan berada pada posisi normal atau dibawah normal dan kemarau terjadi. Hal ini sangat positif pada pertumbuhan tebu dan diharapkan akan menaikkan rendemen tebu.

 

Rendemen naik

Realisasi 2022 produksi gula kristal putih (GKP) nasional sebesar 2,405 Juta ton dengan produktivitas tebu 74,62 ton/Ha, rendemen 6,60 persen jumlah tebu 36,436 juta ton dari areal 488.982 Ha. Adapun untuk taksasi 2023, data yang dihimpun Kementerian Pertanian dari pabrik gula (PG) milik BUMN maupun swasta menunjukkan produksi GKP 2,740 juta ton dengan produktivitas tebu 73,51 ton/Ha. Sedangkan rendemen 7,32 persen dan tebu 37,463 juta ton dari areal 509.608 Ha.

Gambaran ini menunjukkan peningkatan produksi GKP sebesar 335,000 ton (13,6 persen). Namun, roduktivitas tebu mengalami penurunan 1,11 ton/Ha karena tahun lalu dipengaruhi La Nina (kemarau basah). Sedangkan rendemen meningkat 0,72 persen.

Banyak yang menilai, kenaikan ini terlalu optimis meskipun pengaruh El Nino bisa meningkatkan rendemen. Seandainya naik sampai 7 persen, artinya produksi GKP akan  berada di atas produksi 2022, sehingga produksi GKP menjadi 2,6 juta ton atau ada kenaikan ± 200 ribu ton.

Namun, perhitungan itu berdasarkan data yang berasal dari PG yang ada. Perbedaan realisasi dapat diubah saat pembahasan Taksasi Produksi Tengah Giling atau Taksasi Produksi Akhir Giling 2023. (tar)