Solusi jangka panjang dan menengah adalah mendukung pembangunan industri gula lokal.

Di Filipina, Perilaku Kartel Diduga Pengaruhi Harga Gula

Minggu, 21 Mei 2023, 07:24 WIB

Pabrik gula di Filipina | Sumber Foto:Markadan/Wikimedia

AGRONET -- Senator Filipina Risa Hontiveros mengatakan "perilaku kartel" diduga menyebabkan harga gula tetap tinggi. Ia mengatakan seharusnya harga gula turun setelah pemerintah mengizinkan impor 440 metrik ton gula.

"Tampaknya itu bukan tujuan sebenarnya atau harga gula dimanipulasi sejumlah pemain, ini perilaku kartel, masuk akal bila lebih banyak pasokan harga gula akan turun, tapi ini tidak," kata Hontiveros dalam wawancara dengan stasiun radio DZXL seperti dikutip Phil Star, Sabtu (20/5/2023).

Hontiveros juga mempertanyakan kebijakan pemerintah hanya mengizinkan tiga perusahaan untuk mengimpor gula. ia mengatakan kebijakan yang dikeluarkan Administrasi Regulator Gula (SRA) sebelumnya mengizinkan partisipasi 10 sampai 30 importir gula.

"Jumlah importir gula dikurangi, dalam kebijakan gula sebelumnya, banyak importir yang diizinkan berpartisipasi, beberapa melibatkan 10 sampai 30 importir, kenapa sekarang hanya tiga importir," katanya.

Hontiveros mengutip data Asosiasi Pasar Swalayan Filipina yang mengeklaim meski pasokan cukup, tapi harga komoditas utama termasuk gula di pasar belum turun dalam satu tahun terakhir. "Bahkan di pasar swalayan, menurut Asosiasi Pasar Swalayan Filipina harga komoditas pokok, termasuk bawang dan gula belum juga turun meski pasokan bertambah," katanya.

Hontiveros mengatakan, tingginya harga dan ketidakstabilitas pasokan gula telah mengganggu operasi industri gula dan membahayakan pekerjaan ribuan orang. "Jadi bagaimana industri pengguna gula dapat mempertahankan produksi mereka dan menjaga pekerjaan pegawai mereka," kata Hontiveros.

Menurutnya solusi jangka pendek, pemerintah harus mengizinkan kebijakan yang memungkinkan industri pengguna gula mempertahankan keberlangsungan operasi mereka. Sementara solusi jangka panjang dan menengah adalah mendukung pembangunan industri gula lokal. *