PT PNS berkomitmen mendukung program pemerintah untuk menjadi role model dalam pemanfaatan lahan rawa menjadi perkebunan tebu.

Kunjungan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustian Putu Juli Ardika ke lahan PT PNS di Ogan Komering Ilir beberapa waktu lalu. | Sumber Foto:Dok. Kemenperin
AGRONET – Indonesia dinilai mampu membangun industri gula terintegrasi di lahan rawa. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustian Putu Juli Ardika, Kamis (18/5/2023). Putu menconttohkan perkebunan tebu yang dikembangkan oleh PT Pratama Nusantara Sakti (PT PNS) di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan.
“Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan perkebunan tebu di lahan rawa. Perkebunan yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi perkebunan pertama di Indonesia yang berada di lahan rawa,” ujar Putu dalam keterangan tertulis laman resmi Kemenperin.
Sebelumnya, Putu mengunjungi PT PNS. Menurutnya, Kemenperin memberikan apresiasi atas upaya dan keberhasilan yang dicapai oleh PT PNS dalam pengembangan industri gula terintegrasi dengan perkebunan tebu di lahan rawa.
“PT PNS adalah perusahaan pionir yang telah menyulap pemanfaatan lahan rawa menjadi perkebunan tebu produktif di Indonesia. PT PNS telah berhasil melakukan alih fungsi lahan rawa (lahan marjinal) yang tidak produktif menjadi lahan produktif untuk penanaman tebu,” katanya.
Menurut Putu, Kemenperin fokus untuk mendorong peningkatan produktivitas dan pengembangan industri gula. Ini terutama melalui konsep terintegrasi dengan perkebunan tebu, baik di wilayah dataran tinggi maupun lahan rawa. Langkah ini dilaksanakan untuk mengakselerasi pemenuhan kebutuhan gula yang kian meningkat baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun untuk bahan baku bagi sejumlah sektor industri penggunanya.
PT PNS melakukan penanaman tebu pertama kali pada 2013. Sampai 2022 telah menanam seluas 11.400 Ha termasuk program kemitraan seluas 211 Ha yang melibatkan tidak kurang 133 Kepala Keluarga. Tanaman tebu di lahan rawa ternyata di atas rata-rata produktivitas tanaman tebu nasional, yaitu mencapai 100 ton/ha.
PT PNS telah menyelesaikan pembangunan pabrik gula dengan kapasitas 6.000 ton cane per day (TCD) dan melakukan commissioning pada 2020. Produksi gula secara komersial dari tanaman tebu dimulai tahun 2021, PT PNS telah siap menambah investasi untuk meningkatkan kapasitas giling menjadi 12.000 TCD dengan upaya-upaya pembukaan lahan baru dan pengembangan kemitraan penanaman tebu menjadi 25.000 Ha.
Tantangan infrastruktur
Putu mengakui, usaha pemanfaatan lahan rawa sebagai lahan produksi gula tebu masih menghadapi beberapa kendala yang menyebabkan Harga Pokok Produksi (HPP) gula menjadi tinggi, seperti biaya transportasi yang tinggi untuk transportasi sarana dan prasarana seperti alat, pupuk, dan batu bara.
“Selain itu, kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja perkebunan baik dari sisi jumlah maupun kualitas, serta kesulitan untuk melakukan mekanisasi pertanian dikarenakan jenis tanah marine clay yang sulit untuk mobilisasi mesin dan peralatan,” tutur Direktur Operasional PT PNS Deni Gunawan.
Sementara itu Director of Business Support Isman Herianto membenarkan bahwa sarana transportasi menjadi salah satu penunjang utama dalam meningkatkan daya saing produk gula PT PNS.
“Saat ini, akses menuju Tol Kayu Agung dari Dusun Waduk Gajah Mati, luar area PT PNS sekitar 225 KM, dimana sebagian besar telah dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kabupaten OKI,” kata Isman. “Diharapkan pembangunan sisa jalan dapat dilanjutkan untuk meningkatkan akses dan kemudahan transportasi baik untuk masyarakat dan industri.”
PT PNS berkomitmen mendukung program pemerintah untuk menjadi role model dalam pemanfaatan lahan rawa menjadi perkebunan tebu. Saat panen perdana PT PNS pada 2019, Pemerintah menyatakan bahwa luas daerah rawa di seluruh Tanah Air sekitar 21 juta ha. Dari lahan tersebut, yang bisa ditanami atau bisa diolah sekitar 8-10 juta ha. Sedangikan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional, hanya dibutuhkan lahan rawa seluas 1 juta ha untuk penanaman tebu.
Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) mengapresiasi kunjungan kerja Putu ke PT PNS, salah satu pabrik gula yang dinaungi asosiasi ini. Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro mengatakan, kunjungan Putu akan menyuntikkan semangat kepada industri gula di Tanah Air untuk bangkit. Ia yakin, langkah dan dukungan Kemenperin juga akan memantik semangat dan kepercayaan para investor agar tak segan membenamkan investasinya di ranah industri gula berbasis tebu di Indonesia.
“Kunjungan kerja beliau ini tentunya akan memberikan semangat dan motivasi yang segar, baik bagi para investor pabrik gula yang sudah berinvestasi di Indonesia maupun lainnya untuk mulai mempertimbangkan investasi di Indonesia,” kata Syukur. *
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










