Tantangan itu mulai dari tingginya biaya produksinya, kecilnya marjin keuntungan dan gangguan panen dan cuaca.

Biaya Produksi Tinggi, Petani Gula Amerika Desak Dukungan Parlemen

Senin, 08 Mei 2023, 10:03 WIB

Gula | Sumber Foto:Jcomp/Freepik

AGRONET -– American Sugar Alliance meminta anggota parlemen Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan jaring pengaman ekonomi bagi petani gula bit dan tebu. Hal ini disampaikan wakil aliansi yaitu Patrick Frischhertz, kepada Komite Komoditas Pertanian di House of Representative.

"Tanpa kebijakan gula, kami akan dengan efektif mengalihdayakan pasokan gula kami ke pasokan gula asing yang sangat disubsidi dan tidak bisa diandalkan, dengan standar lingkungan dan tenaga kerjanya tidak sesuai dengan standar kami," kata Frischhertz seperti dikutip dari Post South, Minggu (7/5/2023).

"Hal itu akan bertentangan dalam upaya memperkuat rantai pasokan dan bertolak belakang dalam upaya menyediakan jaring pengaman bagi produsen Amerika, dengan skenario itu petani, konsumen dan pembayar pajak semuanya akan rugi," tambahnya.

Ia meminta anggota parlemen mempertimbangkan 11 ribu petani tebu dan gula bit dan 151.000 lapangan kerja pabrik, penggilingan, dan rafinasi di industri gula ketika mereka merancang undang-undang (UU) pertanian yang baru. UU tersebut harus sesuai dengan kebutuhan produsen dan rakyat Amerika.

Frischhertz berbicara tentang tantangan yang dihadapi petani gula bit dan tebu, mulai dari tingginya biaya produksinya, kecilnya marjin keuntungan dan gangguan panen dan cuaca. Ia meminta anggota parlemen AS untuk memeriksa "bagaimana jaringan pengaman pertanian dapat diperbaharui di undang-undang pertanian selanjutannya untuk semua komoditas yang tercantum di Pasal I agar lebih sesuai dengan ongkos produksi petani."

Ia juga meminta agar undang-undang pertanian berikutnya memberi produsen gula dukungan untuk mengembangakan program penanggulangan resiko tambahan untuk melengkapi asuransi panen.

"Kami tentu menerima upaya baru agar asuransi panen mencakup bencana dalam cara yang tidak merusak dan kemungkinan mendorong partisipasi dan cakupan yang lebih luas," kata Frischhertz. (tar)