SRA berjanji untuk berusaha untuk menurunkan harga gula.

Harga gula di Filipina tetap tinggi meski pasokan berlimpah. | Sumber Foto:Maliz Ong/Needpix
AGRONET -- Badan Regulator Gula (SRA) Filipina memastikan pada publik tidak akan ada kekurangan pasokan gula. Mereka menegaskan akan berusaha untuk menurunkan harga komoditas tersebut.
"(Gula) impor kami di pasar saat ini sekitar 116 ribu ton, dibandingkan produk lokal sekitar 1,7 juta ton, jadi perbedaannya sangat besar," kata Pelaksana Tugas Ketua SRA Pablo Luiz Azcona seperti dikutip dari ABS-CBN, Rabu (3/5/2023).
Pernyataan ini disampaikan setelah lembaga dikritik atas tingginya harga gula. Harga gula tetap tinggi meski ratusan ribu ton gula impor tiba di Filipina.
Azcona ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua dan Chief Executive Officer SRA pada April lalu. Sebelumnya ia merupakan perwakilan petani di dewan SRA sejak Agustus bulan lalu.
Mantan pejabat SRA David Joh Thaddeus Alba turun dari jabatannya karena "kondisi kesehatan yang semakin memburuk." Alba resmi mengundurkan diri pada 15 April lalu. Alba mundur di tengah masalah impor 440 ribu metrik ton gula yang seharusnya dialokasikan ke 3 importir "dipilih" SRA. (tar)
Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Pertanian Papua, Sagu dan AI Jadi Pilar Ketahanan Pangan Mas
Minggu, 05 Juli 2026
Senin, 01 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Selasa, 16 Juni 2026
Rabu, 03 Juni 2026
Jumat, 22 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026
Minggu, 08 Maret 2026








