Harga gula rafinasi Bangladesh naik sekitar 20 taka per kilogram.

Kekurangan Pasokan, Harga Gula di Bangladesh Meroket Usai Idul Fitri

Selasa, 02 Mei 2023, 07:47 WIB

Gula (ilustrasi) | Sumber Foto:Freepik

AGRONET -- Harga gula rafinasi Bangladesh naik sekitar 20 taka per kilogram menjadi 140 taka per kilogram atau sekitar Rp 19.388, di pasar Dhaka, enam hari setelah Idul Fitri. Usai hari raya gula hampir menghilang di toko-toko kecil di berbagai daerah di ibu kota karena kurangnya pasokan.

Harga gula mulai naik satu pekan sebelum Idul Fitri dan mencapai 120 taka per kilogram pada hari raya dari yang sebelumnya 110 taka. Ritel mengatakan pasokan berkurang setelah Idul Fitri karena toko grosir menurunkan pasokan hingga 50 persen.

Dikutip dari NewAgeBD, Senin (1/5/2023) penjual toko kelontong di Kota Kawran Bazar Mizanur Rahman mengatakan, pasokan gula berkurang 40 persen dari total permintaan. Menurutnya, toko grosir tidak memasok gula ke sebagian besar toko kelontong karena pasokan mereka juga habis.

Mizanur mengatakan toko kelontong menjual gula 140 taka per kilogram dari toko grosir yang menjual gula 130 tak per kilogram. Pemilik toko grosir di Moulvi Bazar di Dhaka, Md Salahauddin mengatakan pasokan gula rafinasi sudah berkurang sejak pertengahan Ramadhan dan satu pekan sebelum Idul Fitri.

Situasi ini diperparah ditangguhkannya produksi di pabrik City Group selama hampir dua pekan. Ia mengatakan setelah 15 hari ditutup pabrik City Group mulai beroperasi Senin ini dan mungkin pasokan gula di pasaran akan meningkat.

Pada 6 April lalu Kementerian Perdagangan Bangladesh mengumumkan harga gula tanpa paket di ritel sekitar 104 taka perkilogram dan gula yang dipaket sekitar 109 taka per kilogram.

Harga diambil berdasarkan hasil diskusi dengan pabrik gula. Tapi harga pemerintah tidak diimplementasikan di pasar-pasar Dhaka.

Sebelum menetapkan harga gula, pada 26 Februari Pemerintah Bangladesh menghapus bea masuk dan menurunkan bea masuk impor gula mentah dari 30 persen menjadi 25 persen untuk meningkatkan pasokan gula dan membendung melonjaknya harga komoditas esensial. (tar)