Harga gula India merangkak naik lebih dari 6 persen dalam dua pekan dan kemungkinan akan terus naik.

Panen tebu di India. | Sumber Foto:Mohammed Ambiya/Wikimedia
AGRONET -- Harga gula India merangkak naik lebih dari 6 persen dalam dua pekan dan kemungkinan akan terus naik. Industri gula mengatakan kenaikan harga disebabkan turunnya produksi dan besarnya permintaan selama puncak musim panas.
Industri mengatakan harga lokal yang lebih tinggi mendongkrak margin produsen gula seperti Balrampur Chini, Shree Renuka Sugars, Dalmia Bharat Sugar dan Dwarikesh Sugar. Dengan begitu pabrik dapat membayar petani tepat waktu.
Namun kenaikan harga dapat menambah beban pada inflasi pangan dan mencegah New Delhi menambah ekspor gula untuk menekan harga global yang sudah berada di titik tertingginya dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Asosiasi Pedagang Gula Bombay Ashok Jain mengatakan kenaikan harga sebagian besar disebabkan revisi produksi produsen-produsen gula terbesar di Negara Bagian Maharashtra. Asosasi pedagang memperkirakan Maharashtra akan memproduksi sekitar 10,5 juta ton gula pada tahun pemasaran 2022/2023, lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang sekitar 13,7 juta ton.
"Harga akan terus naik dalam beberapa bulan ke depan sebab permintaan dari pembeli massal diperkirakan akan naik karena musim panas," kata Jain seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/4/2023).
Kenaikan permintaan gula dipicu tinggi konsumsi minuman dingin dan es krim di bulan-bulan musim panas di India yang biasanya berlangsung dari bulan April sampai Juni. Permintaan juga didorong banyaknya pernikahan yang diadakan di musim panas.
Permintaan gula di India rebound setelah sempat menyusut selama pandemi Covid-19. Seorang pedagang gula di Mumbai mengatakan permintaan dapat tembus 28 juta ton pada tahun pemasaran tahun ini.
Ia mengatakan pemerintah kemungkinan tidak mengizinkan penambahan ekspor. Karena stok penutupan pada musim ini bisa kekurangan sekitar 5,5 juta ton, terendah dalam enam tahun.
Pada musim ini India hanya mengizinkan pabrik gula mengekspor sekitar 6,1 juta ton. Turun dari musim sebelumnya yang sebanyak 11 juta ton.
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










