Arief menekankan bahwa pengadaan harus memprioritaskan produksi dalam negeri.

Gapgindo: Produktivitas Tebu 2023 Naik dari Tahun Lalu

Senin, 03 April 2023, 12:27 WIB

Kebutuhan akan gula biasa naik saat hari besar keagamaan nasional seperti Ramadhan dan Idul Fitri. | Sumber Foto:Ayelier/flicker

AGRONET – Iklim tahun ini diyakini lebih baik dibanding tahun lalu, sehingga berdampak positif bagi tebu Indonesia. Menurut Ketua Umum Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) Syukur Iwantoro, produktivitas tebu meningkat dibanding tahun lalu.

“Alhamdulillah, produktivitas tebu meningkat dibandingkan tahun lalu, begitu juga rendemennya,” kata Syukur kepada Agronet, Senin (3/4/2023).

Syukur juga optimistis bahwa pasokan gula sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri akan memadai. “Pasokan insya Allah cukup. Saat ini Sumatra dan Sulawesi sedang panen dan giling tebu. Sebagian Jawa juga mulai panen dan giling tebu,” ujarnya.

Gabgindo menekankan pentingnya konsumen mampu mengakses dengan baik terhadap kebutuhan pangan mereka, termasuk pasokan gula. Menurut Syukur, petani produsen gula, dan distributor harus mendapat perhatian seimbang agar tidak merugikan pihak manapun.

“Maka ke depannya, minat petani dan investor untuk menanam tebu dan berinvestasi pabrik gula berbasis tebu terus bergairah. Sehingga program swasembada gula yg selama ini terus menerus digaungkan oleh Pemerintah, tidak berakhir lagi hanya menjadi wacana,” tegas Syukur.

 

Kedatangan pasokan GKP

Untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri, holding BUMN Pangan ID FOOD mendatangkan Gula Kristal Putih (GKP). Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, NFA memastikan pengadaan gula dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya mengalami peningkatan permintaan pada momentum hari besar keagamaan nasional seperti Ramadan dan Idul Fitri. Sementara musim giling tebu baru akan mulai sekitar Mei.

Menurutnya, ketersediaan gula masih harus ditopang dari luar untuk menjaga harga di pasaran bisa tetap berjalan sesuai dengan Perbadan 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen Dan Harga Acuan Penjualan Di Tingkat Konsumen (HAP). Berdasarkan peraturan itu, komoditas gula konsumsi dipatok sebesar Rp 13.500/kg.

Berdasarkan perhitungan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2023 dari kebutuhan nasional 3,4 juta ton, diperkirakan produksi nasional mencapai 2,6 juta ton. Sementara masih terdapat carry over dari 2022 sebesar 1,1 juta ton sehingga masih diperlukan pengadaan 900 ribu ton agar di akhir tahun masih terdapat stok 1,2 juta ton, dan kebutuhan gula pada momentum hari besar keagamaan nasional dapat terpenuhi dengan cukup.

"Pengadaan dari luar ini hanya untuk mengamankan stok gula untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga khususnya saat Ramadhan dan Idulfitri. Ini sesuai dengan kesepakatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Menteri pada Januari lalu." kata Arief seperti dikutip dari situs resmi NFA, Minggu (2/4/2023).

Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Kementerian/Lembaga secara detail menghitung dan memastikan stok pangan untuk masyarakat. Arief juga menekankan bahwa pengadaan harus memprioritaskan produksi dalam negeri. Untuk itu, NFA juga meminta permohonan penugasan Menteri BUMN kepada ID FOOD untuk menyerap gula petani.

Arief menyebut harga kesepakatan terakhir sebesar Rp 11.500/kg, namun ia mengatakan akan melakukan peninjauan bersama asosiasi petani tebu rakyat sebagai penyesuaian untuk mendapatkan harga yang tepat.

Selaras dengan hal tersebut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso menegaskan importasi pangan dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta stabilisasi pasokan dan harga pangan.

"Karena memang kebutuhan nasional, dan itu dasarnya dari rakortas sesuai neraca komoditas maka diputuskan impor, kalau surplus ya kita ekspor," ujarnya.

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan total penugasan impor adalah 107.900 ton, yang akan bertahap kedatangannya sampai dengan Mei 2023. Lebih lanjut Frans menyebut bahwa rencana realisasi penugasan pengadaan gula tahun 2023 ini akan masuk melalui beberapa titik wilayah kedatangan, yakni Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak dan Medan. (tar)