Pakistan didera krisis ekonomi parah saat ini.

Harga pangan dan gula meroket di Pakistan. | Sumber Foto:pxhere
AGRONET -- Kementerian Keuangan Pakistan memberitahu sektor gula subsidi non-anggaran untuk ekspor gula tidak akan diperpanjang. Hal ini disampaikan sumber dari Kementerian Perdagangan. Laman Business Recorder edisi Kamis (23/3/2023) menyebutkan, Kementerian Perdagangan Pakistan memberikan pengarahan pada Komite Koordinasi Ekonomi (ECC) Kabinet pemerintah.
Sejak syarat dan ketentuan ekspor gula diubah, kuota alokasi ekspor gula ditentukan oleh Komisioner Tebu Provinsi dalam jangka waktu tujuh hari sejak notifikasi Kementerian Perdagangan yang telah disetujui ECC.
Kini, para eksportir gula Pakistan sudah mengatakan kepada Kementerian Perdagangan bahwa perubahan syarat dan ketentuan ekspor gula menyebabkan kemacetan pengiriman karena perbatasan Torkham ditutup. Karena itu eksportir gula tidak bisa memenuhi tenggat waktu 45 hari alokasi kuota dan meminta tenggat waktu diperpanjang menjadi 60 atau 90 hari. Kementerian Perdagangan Pakistan mengatakan dengan usulan itu, maka batas waktu pengiriman dapat diperpanjang.
Pakistan didera krisis ekonomi parah saat ini. Inflasi pada Februari mencapai 31,55 persen dengan harga bahan pangan pokok dan gula telah meroket.
Bank Sentral Pakistan melaporkan data ekspor gula kepada ECC setiap dua pekan. Sedangkan Asosiasi Pabrik Gula Pakistan (PSMA) harus memastikan bahwa harga gula di pasar domestik tidak melebihi harga 85-90 rupee per kilogram. Jika harga domestik naik, maka Dewan Penasihat Gula (SAB) akan merekomendasikan ECC untuk menghentikan ekspor gula. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










