Uniknya, peninggalan dari kolonial Belanda masih tercantum hingga kini.

PG Trangkil, Jejak Sejarah Pabrik Gula Sejak Abad ke-18

Selasa, 21 Maret 2023, 14:07 WIB

Proses penebangan tebu PG Trangkil di Pati, Jawa Tengah | Sumber Foto:Dok. Saptio Agi Phambowo,SP/PG Trangkil

AGRONET – Catatan sejarah pabrik gula ternyata tergores sejak lama di Pati, Jawa Tengah. Di sana, berdiri Pabrik Gula (PG) Trangkil yang sudah berdiri sejak 1835. 

Uniknya, peninggalan dari kolonial Belanda masih tercantum hingga kini. Jejak itu bisa dilacak pada sebutan salah satu produk unggulan PG Trangkil, yaitu gula SHS. Kepanjangan SHS adalah Superium Hoofd Suiker yaitu dalam bahasa Belanda yang berarti “gula kepala kelas super”.

Sedang produk lainnya adalah gula ritel yang dikemas eceran dengan berat bersih (netto) 1 kilogram. Produk gula dari PT Kebon Agung ini dibungkus plastik transparan sehingga isinya terlihat jelas.

 

Sempat bernama 'Cultuur Maatschappij Trangkil'

Menurut laman resmi perusahaan, PG Trangkil berdiri pada 2 Desember 1835. Pabrik milik H. Muller itu berada di Desa Suwaduk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Pada periode tahun 1838-1841 lokasi PG Trangkil pindah ke Desa Trangkil dan dimiliki oleh PAO Waveren Pancras Clifford.

Antara 1841 dan 1917 kepemilikan PG Trangkil berpindah beberapa kali mulai dari P Andreas hingga akhirnya ke tangan Ade Donariere EMSDA E. Janies van Herment.

Pada 1917-1945 PG Trangkil berubah bentuk menjadi Perseroan NV “Cultuur Maatschappij Trangkil” dan dikelola oleh NV Handel-Landbouw Maatschappij “Tiedeman van Kerchem” atau TVK.  Akhirnya seluruh saham dikuasai oleh De Indiche Pensioenfonds van de Javasche Bank, yaitu bank terkemuka pada masa kolonial.

Setelah sempat dikelola Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara, pabrik gula diserahkan kembali pengelolaannya kepada TVK. Nasionalisasi membuat pabrik dikelola di bawah Badan Pimpinan Umum –Perusahaan Perkebunan Gula (BPUPPN Gula).

Akhirnya pada 1962-1968, PT PG Kebon Agung membeli seluruh saham NV “Cultuur Maatschappij Trangkil”. Selain di Trangkil, PT Kebon Agung juga memiliki pabrik di Malang, Jawa Timur. Pada 2023, perusahaan tersebut bergabung dengan Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo).*