Nigeria kini fokus mengembangkan industri gula untuk membuka lapangan kerja langsung dan tidak langsung.

Di Nigeria, Sektor Gula Buka Jutaan Lapangan Kerja

Senin, 20 Maret 2023, 10:41 WIB

Sektor pertanian dan manufaktur gula terbukti telah mengurangi angka pengangguran di Nigeria | Sumber Foto:Babinlata/Wikimedia

AGRONET -- Nigeria kini fokus mengembangkan industri gula untuk membuka lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Sektor pertanian dan manufaktur gula terbukti telah mengurangi angka pengangguran di negara itu.

Pemerintah memulai Rencana Induk Gula Nigeria (NSDC) sepuluh tahun yang lalu. Kini NSDC memasuki fase kedua untuk 10 tahun berikutnya.

"Tahukah Anda setelah beras dan gandum, gula merupakan komoditas terpenting ketiga? Inilah yang mendorong penyusunan dan persetujuan Rencana Induk Gula Nasional untuk memastikan swasembada produksi gula, etanol, dan pakan ternak lokal, serta peningkatan kapasitas pembangkit listrik dan lapangan kerja," kata sekretaris eksekutif NSDC Zach Adedeji seperti dikutip dari The Cable, pekan lalu.

Adedeji menjelaskan NSDC merupakan peta jalan kebijakan selama 10 tahun untuk merevitalisasi sub-sektor gula yang pernah berkembang pesat dan menjadikan Nigeria salah satu negara penghasil gula terbesar di Afrika. Peta jalan ini pertama kali dimulai pada tahun 2012.

"Ini kerangka kerja kebijakan yang ambisius dan dipikirkan dengan matang untuk sektor ini, yang ingin merombak total agar produksi gula Nigeria swa-sembada, menciptakan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung, menghasilkan listrik, menjadi produsen gula global, dan menghasilkan etanol yang dapat digunakan industri," kata Adedeji.

"Saya harus katakan kami cukup senang dengan keberhasilan luar biasa yang kami catat dalam impor gula mentah refinasi," tambahnya.

Adedeji menatakan Nigeria telah memenuhi kapasitas penyulingan gula mentahnya. Ia mengatakan keberhasilan dibidang penyulingan gula mentah refinasi harus direplikasi dalam program integrasi pemain kunci sektor gula.

Menurutnya program integrasi itu komponen utama NSDC dan memiliki kapasitas dalam mengatasi permasalan sosial seperti pengangguran.

"Kami hanya bisa merayakan sektor ini bila dapat menumbuhkan tebu dan memproduksi gula mentah sendiri. Saya tahu ini pekerjaan berat, tapi mengingat komitmen dan upaya kami, kami sudah lebih dari siap untuk mencapai target-target kami," katanya. 

"Kita hanya bisa merayakannya sebagai sebuah sektor jika kita mampu menanam tebu dan memproduksi gula mentah secara lokal. Saya tahu ini pekerjaan yang sulit, tetapi kami lebih dari siap untuk mencapai tujuan target kami dengan komitmen dan upaya kami," katanya.

Adedeji mengatakan dalam 10 tahun pertama, NSDC telah mengangkat pabrik dan perkebunan gula senilai miliaran dolar di Sunti, Negara Bagian Niger. "Kami juga telah melihat penciptaan lebih dari satu juta lapangan kerja langsung dan tidak langsung," kata Adedeji.

Di saat yang sama NSDC juga membangkitkan pabrik gula Bacita yang hampir mati, negara bagian Kwara dan beberapa pusat industri gula. Ia mengatakan 10 tahun terakhir sektor gula di Nigeria telah direformasi. Kini sektor itu sudah teregulasi dengan baik, terdapat undang-undang dan kebijakan untuk bantuan pertumbuhan dan sangat mengandalkan teknologi modern dalam prosesnya.

"Izinkan saya juga mengatakan bahwa penelitian, data, dan teknologi sangat berguna bagi kita sebagai lembaga pemerintah. Ke depan, setiap aktivitas kami akan didorong oleh penelitian, data, inovasi, dan teknologi modern," kata  Adedeji. (tar)