Cara terbaik melindungi gigi adalah dengan membersihkannya dengan pasta gigi berflouridasi dua kali sehari dan kurangi konsumsi karbohidrat terfermentasi.

Pasta gigi berfluoridasi penting dalam perawatan gigi. | Sumber Foto:Thegreenj/wikimedia
AGRONET -- Gula kerap dikaitkan sebagai biang keladi gigi berlubang. Benarkah? Apakah itu mitos atau fakta?
Faktanya, mengkonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat terfermentasi dapat meningkatkan resiko gigi berlubang. Karbohidrat ini tak hanya gula, namun ini mengacu pada karbohidrat secara umum yang terfermentasi alami maupun buatan.
Menurut laman Sugar.com, karbohidrat terfermentasi dapat memecah bakteri di dalam mulut. Akibatnya, kondisi ini memproduksi asam yang dapat merusak gigi yang tidak bersih. Resiko lain adalah gigi yang tidak bersih dan kurangnya fluoridasi pada air atau produk kesehatan gigi.
Hasil penelitian yang menunjukkan kaitan jumlah konsumsi dan frekuensi konsumsi gula yang dapat merusak gigi masih beragam. Maka, pertanyaan berikut adalah, apakah ada cukup bukti untuk menetapkan tingkat asupan gula yang lebih tinggi demi mengurangi risiko gigi berlubang?
Cara terbaik melindungi gigi adalah dengan membersihkannya dengan pasta gigi berflouridasi dua kali sehari dan kurangi konsumsi karbohidrat terfermentasi. Hal ini bisa dicapai dengan membatasi makanan dan minuman bergula di waktu makan. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










