Tingginya permintaan di tengah inflasi yang membandel menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan harga.

menurut pakar, isu pasokan merupakan pendorong terkuat kenaikan harga gula baru-baru ini. | Sumber Foto:Ilustrasi
AGRONET -- Para pakar pasar di International Sweetener Colloquium menyimpulkan, harga gula di pasar domestik Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi. Harga bahkan diperkirakan naik lagi. Tingginya permintaan di tengah inflasi yang membandel menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan harga.
Namun, menurut pakar, isu pasokan merupakan pendorong terkuat kenaikan harga baru-baru ini. Pasokan terbatas disebabkan dua perubahan pasokan besar-besaran pada tahun 2022, semakin berkurangnya ladang untuk tebu pada tahun 2023 dan terbatasnya kapasitas impor.
"Meksiko faktor penting," kata presiden JSG Commoditie Frank Jenkins dalam forum itu, pada 27 Februari 2023 lalu.
Jenkins mengatakan setelah mengalami gagal panen karena cuaca, hasil panen di Meksiko saat ini belum dapat memenuhi target permintaan AS sebanyak 1,3 juta ton dan hanya memiliki persediaan 1 juta ton untuk diekspor. Produksi gula Meksiko tahun 2022-2023 sekitar 5,5 juta ton sampai 5,8 juta ton.
Lebih sedikit dibandingkan perkiraan Departemen Pertanian AS yang sekitar 5,9 juta ton. Jenkins mengatakan produksi Meksiko harus mendekati 6 juta untuk memenuhi permintaan di Meksiko dan permintaan ekspor dari AS. Ia memperkirakan produksi Meksiko tahun 2022-2023 sebanyak 5,5 juta ton.
Presiden Eksekutif Kamar Dagang Gula Meksiko Humberto Jasso menyadari produksi gula di negara masih kurang tapi menegaskan pengiriman gula Meksiko ke AS tidak akan terdampak. Jasso mengatakan prediksi produksi gula Meksiko berkurang berasal dari curah hujan bulan November dan Desember yang berdampak pada panen.
Namun ia mengatakan masalah itu akan diimbangi dengan perluasan ladang yang ditanami tebu. Selain itu pemanis buatan dari jagung pada tahun 2024 akan naik tergantung pada harga jagung, tapi juga dipengaruhi permintaan dan keterbatasan penyulingan.
"Industri penyulingan basah jagung berada di era baru," kata pakar komoditas, wakil presiden McKeany-Flavell Company Inc, Craig Ruffolo.
Ia menjelaskan beberapa pabrik penyulingan di AS telah mengurangi kapasitasnya dan menutup beberapa pabrik yang memangkas kapasitas penyulingan jagung. Sehingga mendorong pabrik memprioritaskan produk yang harganya lebih tinggi. Ruffolo mengatakan situasi ini mengejutkan bagi industri penyulingan jagung. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










