Pada 2022, produksi tebu Indonesia naik lebih dari 4,2 juta ton dibanding 2021.

Tebu (ilustrasi) | Sumber Foto:Wikimedia/Sarbjit Bahga
AGRONET – Lahan tebu giling secara nasional sepanjang 2022 lalu ternyata meluas secara signifikan. Kenaikan ini mencapai 38 ribu hektare atau sekitar 8,5 persen dibanding 2021.
“Peningkatan ini terutama terjadi di Jawa, yang mengindikasikan kenaikan minat petani menanam tebu,” papar Jurnal Gula – NSC Volume 111.
Laporan itu menyebutkan, untuk masa giling 2022 nasional, lahan tebu yang dpanen lebih dari 488 ribu hektare. Lahan milik swasta ternyata mengungguli lahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lahan swasta mencapai 255.307,7 hektare dan lahan BUMN seluas 233.674,6
Jumlah tebu giling nasional hingga Desember 2022 menunjukkan kenaikan besar dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan mengutip data Dewan Gula Indonesia dan Direktorat Jenderal Perkebunan di Kementerian Pertanian, produksi pada 2022 mencapai lebih dari 36,4 juta ton yang berarti naik lebih dari 4,2 juta ton dibanding 2021.
Ada dua faktor yang menyebabkan kenaikan jumlah tebu giling tersebut, yaitu peningkatan luas lahan dan kenaikan produktivitas tebu per hektare. Secara nasional, lahan milik swasta memang tumbuh 5,99 persen pada 2022 dibanding tahun sebelumnya. Penambahan areal ini terutama karena ditunjang oleh semakin berkembangnya produsen gula baru di luar Jawa.
Bersatunya pabrik gula baru
Pada 2022 ditandai dengan lahirnya asosiasi yang menyatukan sejumlah produsen gula baru di Indonesia. Asosiasi yang berdiri pada 9 Juni 2022 ini disebut Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo). Pada 2023, anggota Gapgindo adalah PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Blitar, PT Muria Sumba Manis di Sumba, PT Kebun Tebu Mas di Lamongan, dan PT Pratama Nusantara Sakti di Ogan Komering Ilir.
Produsen gula yang tergabung dalam Gapgindo ini berbasis sumber daya. Uniknya, rata-rata pabrik gula mereka dibangun di wilayah terpencil. Namun, mereka berupaya melakukan inovasi teknologi baik di lahan tebu maupun di luar lahan.
“Gapgindo terbuka bagi pabrik gula lain,” kata Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro kepada Agronet, Kamis (8/2).
Menurutnya, Gapgindo menjadi mitra strategis Pemerintah untuk mendukung program pemenuhan kebutuhan gula nasional dari produk dalam negeri. *
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










