Minyak nabati tebu ini dinilai lebih sehat dan ramah lingkungan.

Ilustrasi menggoreng metode deep frying atau menggoreng dengan minyak banyak. | Sumber Foto:Pxhere
AGRONET – Tebu ternyata mampu menjadi bahan baku minyak nabati. Produk olahan Zero Acre Farms ini adalah minyak nabati yang bersifat netral dan titik asap yang tinggi yaitu mencapai 251 derajat celsius. Tak heran jika minyak ini bisa dipakai mulai untuk menumis, deep frying, memanggang, hingga dimakan langsung seperti pada saus salad.
Minyak tebu ini dibuat dari fermentasi tebu. Minyak ini memiliki kandungan tinggi lemak tak jenuh rantai tunggal (monounsaturated fat) yang sehat. Bahkan menurut laman Food&Wine edisi Juni lalu, minyak tebu ini lebih sehat dari minyak zaitun dan minyak alpukat.
Selain unggul dalam hal kandungannya yang menyehatkan, proses pembuatan minyak tebu ini juga menjadi terobosan untuk lingkungan. Alasannya, pembuatan tebu bisa mengurangi penggundulan hutan. Tak heran jika minyak tebu ini mendapat perhatian bagi orang yang sadar kesehatan dan para pegiat lingkungan.
“Tujuan kami tetap sama sejak awal: memberi alternatif minyak kepada dunia. Kami percaya, dunia yang lebih sehat adalah hal yang memungkinkan dengan adanya minyak dan lemak yang lebih baik. Namun ini memang makan waktu—minyak dari tumbuhan saat ini ada di peringkat ketiga untuk pangan yang paling dikonsumsi di dunia,” kata CEO dan pendiri Zero Acre, Jeff Nobbs.
Menurut World Wildlife Fund (WWF), minyak yang berasal dari sawit dan kedelai adalah dua alasan utama penyebab penggundulan hutan. Menurut Zero Acre, jika saja 5 persen minyak nabati yang dikonsumsi di Amerika Serikat (AS) diganti dengan minyak tebu, maka akan ada lebih dari tujuh juta hektare hutan bisa diselamatkan. Bahkan Zero Acre mengeklaim, produksi minyak tebu mereka menggunakan air lebih sedikit 300 kali dibanding pada pembuatan minyak zaitun. Minyak tebu juga hanya membutuhkan lahan 87 persen lebih sedikit dibanding untuk pembuatan minyak kanola.
Zero Acre memang terbuat dari tebu. Namun, tidak ada kandungan gula atau pemanis di dalamnya. Proses fermentasi memecah gula pada tebu, lalu mengubahnya menjadi minyak lalu diperas dan dimurnikan menjadi minyak dengan cita rasa yang netral. Cita rasa yang netral inilah yang membuat Zero Acre menarik bagi industri perhotelan.
“Awalnya saya merasa ragu dan skeptis,” ujar Kyle Connaughton, chef di restoran dengan peringkat Michelin bintang tiga, Singlethread di California, AS. “Lalu saya mempelajari lebih dalam tentang proses produksi, komposisi, dampak minyak ini pada lingkingan, dan apa yang membuatnya lebih baik dari sudut pandang kesehatan,” katanya menambahkan.
Hasilnya, sang chef mengaku tertarik dengan performa, rasa, dan keuntungannya bagi lingkungan serta kesehatan dari minyak tebu ini dibanding yang lainnya. “Kami sudah mengurangi penggunaan minyak dengan biji-bijian atau sumber tanaman lain,” kata Connaughton. (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










