Proyek bertajuk Sugarcrete ini menjadikan limbah tebu menjadi bahan bangunan yang berkelanjutan.

Spanyol Siap Garap Proyek Pembuatan Bata dari Limbah Tebu

Sabtu, 01 Februari 2025, 05:55 WIB

Bagasse tebu | Sumber Foto:Anna Frodesiak/Wikimedia

AGRONET – University of East London merancang rencana dengan industri gula di Granada, Spanyol selatan, untuk membuat bata dari tebu. Proyek bertajuk Sugarcrete ini menjadikan limbah tebu menjadi bahan bangunan yang berkelanjutan.

“Tujuan utama kami adalah mengubah kawasan tersebut menjadi pusat pembuatan dan riset biomaterial di Eropa yang juga menghasilkan manfaat sosial, budaya, dan lingkungan bagi warga dan pendatang,” ujar tim yang dipimpin Profesor Alan Chandler dan Profesor Armor Gutiérrez Rivas dari University of East London, Inggris, yang dimuat Sur in English, Jumat (31/1/2025).

Proyek ini menunjukkan nilai potensi pertanian di lokasi yang pernah menjadikan tebu sebagai industri terpenting, khususnya di sepanjang pantai Granada dan sejumlah provinsi di Malaga. Sejumlah pabrik setempat termasuk Ron el Mondero telah menyediakan bahan baku berupa bagasse tebu untuk kepentingan proyek ini. Saat ini ada sekitar delapan juta meter persegi ladang tebu di Costa Tropical. Menurut perhitungan tim, lahan tebu seluas itu akan berpotensi untuk memproduksi 48 juta bata yang memiliki jejak karbon negatif.  

Chandler dan Gutiérrez Rivas menemukan bahwa permintaan akan produk yang berkelanjutan semakin meningkat di Eropa. Sugarcrete diyakini akan memiliki pasar memadai.

Proyek yang memanfaatkan serat dari ampas tebu ini menciptakan model sirkular. Menurut tim, proyek mereka bertujuan menciptakan bisnis baru yang berkelanjutan melalui ekonomi sirkular dan peluang peningkatan keterampilan yang berpadu dengan budaya serta industri manufatur.

Untuk mewujudkan proyek ini, mereka akan memanfaatkan pabrik-pabrik bata yang selama ini tidak lagi beroperasi. Pabrik-pabrik itu akan diubah menjadi pusat inovasi di Spanyol selatan untuk pembuatan bahan bangunan berbasis tumbuhan yang terkait dengan pertanian berlanjutan.

 

Gagasan awal

Gagasan ini tumbuh bermula dari riset Gutiérrez Rivas dengan para mahasiswa arsitektur pada 2022. Mereka mulai menelusuri kemungkinan penggunaan sampah pertanian seperti tebu untuk membuat bahan bangunan.

Riset lanjutan menunjukkan bahwa bata dari tebu memiliki performa yang sebanding dengan bahan bangunan dari beton atau bata dari tanah. Proyek tersebut akhirnya berkembang menjadi riset akademis yang melibatkan tim yang terdiri dari para arsitek, ilmuwan, dan mahasiswa program doktoral.

Sebelum di Spanyol, tim University of East London juga sudah membangun bangunan purwarupa yang dibuat dari Sugarcrete di India. Bangunan purwarupa dari blok bata bagasse ini berlokasi di Panchsheel Inter College di Uttar Pradesh, India.

(yen)