Tren kenaikan akibat mata uang real Brasil yang membuat produsen gula negara itu menahan kucuran gula ke pasar internasional.

Gula | Sumber Foto:Pickpik
AGRONET – Pergerakan harga gula berjangka menunjukkan tren kenaikan akibat mata uang real Brasil yang membuat produsen gula negara itu menahan kucuran gula ke pasar internasional. Laman Barchart juga melaporkan bahwa Czarnikow, raksasa penyedia jasa transportasi gula, memotong perkiraan produksi gula Thailand dari 11,6 juta metrik ton menjadi 10,8 juta metrik ton.
Gula kristal putih di London dilaporkan menyentuh angka tertinggi dalam enam pekan pada Rabu (29/1/2025). Sementara di Brasil, mata uang mereka ada dalam posisi terkuat dalam dua bulan terakhir terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat para produsen enggan mengekspor gula ke pasar dunia.
Sementara India juga masih belum merealisasikan wacana untuk mengekspor 1 juta metrik ton gula. Sebelumnya, India dilaporkan ingin menghabiskan kelebihan cadangan gula mereka. Rencana ini diperkirakan akan meredakan harga gula di pasar internasional.
Menurut asosiasi produsen gula, Indian Sugar and Bio-energy Manufacturers Association, izin ekspor itu akan membantu para produsen gula yang saat ini menghadapi rendahnya harga gula dalam negeri. Harga gula di India mengambang pada posisi terendah dalam satu setengah tahun terakhir.
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










