Gapgindo memfasilitas beasiswa pemerintah untuk putra daerah yang tinggal di sekitar pabrik gula.

Logo Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) | Sumber Foto:Rostiyani/Agronet
AGRONET – Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) menyatakan, kiprah mereka sejak berdiri 2022 tak hanya mengurusi gula. Sepanjang 2024 misalnya, mereka telah memfasilitasi beasiswa pemerintah dan magang demi menjaring sumber daya manusia (SDM) pergulaan yang kini kian langka.
“Kami memang ingin memaksimalkan Gapgindo agar dapat menjawab isu-isu yang dihadapi industri gula, terutama yang dihadapi anggota kami. Isu itu antara lain soal bibit, alat mesin pertanian (alsintan) yang presisi, hingga memfasilitasi beasiswa Pemerintah Indonesia untuk menjaring SDM yang mumpuni di bidang pergulaan,” kata Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro kepada Agronet, Kamis (16/1/2025).
Gapgindo beranggotakan delapan pabrik gula modern berbasis tebu yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Selatan, serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Delapan pabrik gula itu di bawah naungan enam perusahaan yaitu PT Rajawali 1, PT Kebon Agung, PT Kebun Tebu Mas-Mitr Phol, PT Rejoso Manis Indo-Mitr Phol, PT Pratama Nusantara Sakti, dan PT Muria Sumba Manis.
Menurut Syukur, ada dua pabrik gula yang memiliki keunikan lahan. Lahan tebu milik PT Pratama Nusatara Sakti (PNS) berada di lahan rawa Ogan Komering Ilir (OKI). Sedangkan PT Muria Sumba Manis (MSM) memiliki lahan kering dan tandus di NTT. “Lahan yang dikelola PT MSM bukan tanah berbatu, namun batu bertanah,” ujar Syukur.
Menurut Syukur, keragaman lahan yang dikelola pabrik gula anggota Gapgindo amat beragam sehingga dibutuhkan alsintan yang presisi sesuai lahan. “Ini masih menjadi tantangan kami,” katanya.
Isu lain yang mengemuka adalah soal kebutuhan SDM pergulaan yang langka. Saat ini, petani yang paham dunia gula semakin tua dan sulit menemukan penerusnya. Sementara SDM siap pakai di pabrik juga langka karena fasilitas pabrik gula sangat spesifik.
“Untuk mengatasi soal SDM langka, kami memfasilitasi beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk menjaring bakat-bakat di daerah,” jelas Syukur.
Gapgindo bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui program Link and Match. Hasilnya, 12 orang diterima di SMK Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN). Sebanyak 10 orang diterima di Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).
“Para siswa dan mahasiswa yang diterima itu berasal dari wilayah di sekitar pabrik gula. Kami berharap, SDM yang dihasilkan adalah sesuai kebutuhan pabrik gula sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar pabrik,” kata Syukur. “Pertimbangan lainnya adalah sisi psikologis, yaitu mereka akan betah bekerja dan membangun daerah mereka sendiri,” katanya menambahkan.
Dalam skema Link and Match ini, pabrik-pabrik gula anggota Gapgindo juga memfasilitas magang. Sepanjang 2024, mereka yang magang sebanyak 15 siswa SMKPPN dan 12 mahasiswa Polbangtan/PEPI.
Sementara itu kontribusi anggota Gapgindo terhadap produksi gula dalam negeri terus meningkat. Volume gula kristal putih (GKP) yang dihasilkan delapan pabrik gula anggota Gapgindo sebesar 663.795 ton pada 2024, yaitu naik 10,24 persen dari tahun sebelumnya. Maka kontribusi organisasi ini pada 2024 mencapai 26,92 persen dari produksi gula nasional.
Bibit tebu dan skema kredit
Direktur Eksekutif Gapgindo Mulyadi Hendiawan mengatakan, Gapgindo juga menjembatani skema kredit pemerintah dengan para petani mitra anggota Gapgindo. Proses fasilitasi yang ditandatangani pada 2024 yaitu skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Alsintan (KUA).
“Kami mendorong para petani mitranya untuk memanfaat skema kredit ini. Bahkan untuk skema KUA yang baru diluncurkan, sudah ada sejumlah bank yang siap menjajaki termasuk Bank Jatim,” kata Mulyadi.
“Kami yakin bahwa sektor perkebunan termasuk tebu masih potensial bagi perbankan,” katanya menambahkan. “Fungsi Gapgindo adalah sebagai fasilitator, sedangkan untuk urusan pelaksanaannya diserahkan kepada perbankan dan penerima kredit.”
Gapgindo juga memfasilitasi kebutuhan anggota akan benih/bibit tebu ungulan dengan menggandeng Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan melalui Balai Pengujian Standar Instrumen (BSIP) Tanaman Pemanis dan Serat di Malang. Pada 2024, BSIP Tanaman Pemanis dan Serat juga mendampingi pengembangan laboratorium benih unggul tebu milik salah satu anggota Gapgindo yaitu PT Rajawali 1.
Mitra aktif pemerintah
Sementara Sekretaris Eksekutif Gapgindo Enny Ratnaningtyas mengatakan, Gapgindo berkomitmen untuk selalu menjadi mitra aktif Pemerintah Indonesia. “Kami selalu berkonsultasi dan berdiskusi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian serta badan dan pejabat terkait,” ujarnya.
Enny yakin, dunia industri memiliki masukan yang berharga bagi pemerintah selaku pemangku kebijakan. “Semoga Pemerintah dapat terus merespons positif atas masukan-masukan dunia industri yang memang berhadapan langsung dengan isu-isu riil di lapangan,” katanya.
“Kami berharap, Gapgindo dapat terus berkontribusi dalam penyediaan bahan baku gula yang dibutuhkan Indonesia. Kita bisa bersama-sama meniti jalan menuju swasembada gula nasional.” (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










