Produktivitas lahan menurun sebesar 10 ton hingga 15 ton per hektare.

Cuaca Redupkan Prospek Ekspor Gula India

Selasa, 24 Desember 2024, 07:31 WIB

Panen tebu di Karnataka, India | Sumber Foto:ILO Asia Pacific/Flickr

AGRONET --  Dunia industri gula India menyebutkan, cuaca telah memangkas produksi gula di bawah kebutuhan konsumsi dalam negeri untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Pada Senin (23/12/2024), perwakilan dunia industri dan para petani menyebutkan, tanaman tebu mereka terimbas cuaca tahun lalu yang kering dan berkepanjangan dan hujan deras tahun ini. Kondisi ini meredupkan prospek ekspor gula India.

“Sepanjang musim panas, ladang tebu menghadapi stres berkepanjangan akibat kurangnya air,” ujar Presiden West Indian Sugar Mills Association BB Thombare kepada Reuters yang dimuat Business Standard, Senin.

“Ketika musim monsun dimulai, hujan turun sedemikian lebat dan menghalangi cahaya matahari, yang juga berimbas pada pertumbuhan ladang,” katanya menambahkan. Menurutnya, cuaca yang kurang bersahabat bagi ladang tebu menurunkan produktivitas lahan menurun sebesar 10 ton hingga 15 ton per hektare.

“Biasanya, kami bisa memanen 120 ton hingga 130 ton tebu per hektare. Namun, tahun ini hasil panen jatuh menjadi 80 ton per hektare meski kami sudah berupaya,” ujar Shrikant Ingle, petani Maharashtra.

Hasil produksi yang lebih rendah dari perkiraan di India mengurangi kemungkinan bahwa negara itu akan mengekspor gula pada musim 2024/2025 yang berakhir September 2025. India adalah produsen gula terbesar kedua di dunia dan pengekspor terbesar nomor tiga dunia.

Sekitar 80 persen produksi gula India berasal dari Maharashtra, Karnataka, dan Uttar Pradesh. Penurunan produksi di wilayah tersebut ikut mengurangi perkiraan produksi pada musim 2024/2025 secara keseluruhan.

Produksi gula diperkirakan turun dari 32 juta metrik ton tahun lalu menjadi 27 juta metrik ton musim ini. Menurut seorang pialang pasar yang menolak disebutkan namanya, angka tersebut di bawah kebutuhan konsumsi dalam negeri yang mencapai 29 juta metrik ton.  

Kekeringan memang tidak menimpa Uttar Pradesh yang menjadi lumbung gula di wilayah India utara. Namun, tebu di sana terserang penyakit busuk merah yang memangkas hasil produksi ladang. “Untuk mengendalikan penyebaran penyakit itu, kami mendorong para petani untuk menggunakan tebu varietas baru,” ujar seorang petinggi pemerintah daerah. (yen)