
Pertemuan pengurus Gapgindo dan tim Pusdatin Kementerian Pertanian, Kamis (7/11/2024) | Sumber Foto:Dok. Yeyen/Agronet
AGRONET – Diskusi mengenai outlook komoditas gula 2025-2030 digelar Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) dan Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (7/11/2024). Gapgindo bahkan menyampaikan wacana untuk menyusun perjanjian kerja sama (PKS) kedua pihak untuk sinergi dalam proses pengumpulan data.
“Outlook 2025-2030 yang bersumber pada data 2024 tentu dapat menjadi landasan Pemerintah menyusun roadmap industri gula lima tahun ke depan, untuk mencapai swasembada gula Indonesia,” ujar Ketua Umum Gapgindo Syukur Iwantoro.
Diskusi yang digelar Gapgindo ini dihadiri Kepala Pusdatin Kementan Intan Rahayu, SSi, MT bersama Dr Ir Anna Astrid Susanti, MSi dan Ir Efi Respati, MSi. Sedangkan para wakil pabrik gula anggota Gapgindo yang hadir menyatakan siap bekerja sama jika Pusdatin membutuhkan data dari pabrik gula mereka.
Pengumpulan data komoditas termasuk gula membutuhkan validasi secara online dan verifikasi ke lapangan. Data yang diperlukan antara lain mencakup luas lahan panen, rendemen, dan produksi gula. Semua data itu dapat dikumpulkan pada akhir musim giling tebu.
“Kami siap mendukung jika Pusdatin membutuhkan data sample dari delapan anggota pabrik gula kami,” kata Syukur. “Kami bagian dari industri gula Indonesia yang ingin berkontribusi mendukung swasembada gula Indonesia.”
Masukan dari Gapgindo, disambut baik Pusdatin. “kami juga berharap dapat segera melakukan survei yang hasilnya dapat kami olah,” ujar Intan.
Menurut Intan, data terkait komoditas strategis. Salah satunya adalah target produksi komoditas strategis 2025, mulai dari padi, jagung, kedelai, aneka cabai, hingga tebu/gula. Dalam data saat ini, target produksi gula 2025 adalah 36,04 juta ton.
Pusdatin secara teratur menyusun publikasi outlook komoditas pertanian yang dapat diakses publik di alamat satudata.pertanian.go.id. Untuk komoditas tebu, publikasi outlook terakhir adalah pada 2023.

Analisis outlook tebu memaparkan keragaan komoditas di tingkat nasional hingga global. Analisis juga meliputi perkiraan ketersediaan dan kebutuhannya lima tahun ke depan. “Kami harus meng-update data berdasarkan data 2024 untuk menyusun outlook 2025-2030,” kata Intan.
Pusdatin sudah bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) sejak 2016 untuk pengumpulan data tebu. Kerja sama tersebut telah dilakukan sebanyak tiga fase. Fase pertama, menciptakan aplikasi pengumpulan data dan pelaporan. Sekitar 70 pabrik gula sudah bergabung dan 90 persen dari mereka aktif melakukan pengisian data melalui gawai tablet yang dibagikan.
“Pada fase kedua adalah upgrade dari aplikasi berbasis android menjadi web-base,” kata Anna.
Tahap ketiga adalah estimasi tebu dengan menggunakan remote sensing. Menurut Efi, proses pengumpulan data tebu ini akan diaktifkan kembali 14 November mendatang.
Saat ini outlook yang dihasilkan Pusdatin menjadi referensi para akademisi, penulis, dan dunia industri. (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










