Kebijakan India menunjukkan tren terkini peran pertanian dalam strategi energi.

India Bakal Alihkan Produksi 5 Juta Metrik Ton Gula ke Etanol

Selasa, 29 Oktober 2024, 18:35 WIB

Pabrik etanol (ilustrasi) | Sumber Foto:Needpix

AGRONET – Upaya India meningkatkan produksi etanol akan mengurangi ekspor gula mereka pada musim 2024/2025. Sebanyak 5 juta metrik ton gula akan dialihkan menjadi produksi etanol pada musim 2024/2025. Langkah ini diambil India untuk meningkatkan kadar bauran etanol ke dalam bensin, demi mengurangi ketergantungan mereka pada impor minyak bumi.

“Pengalihan gula ke etanol akan membuat ketatnya supply dan demand India musim ini,” kata salah satu trader yang dikutip Business Standard edisi Senin (29/10/2024). “Dalam konteks ini, maka tidaklah realistis untuk berharap India bisa mengekspor gula pada musim 2024/2025. Malah (pasokan) akan menipis pada akhir musim di India (akhir Oktober 2025, karena stok yang lebih sedikit,” papar Business Standard.

Karena memburu etanol, maka produksi gula India diprediksi ebanyak 27,5 juta metrik ton. Padahal kebutuhan konsumsi mereka mencapai 29,5 juta metrik ton. Untuk menutupi kesenjangan kebutuhan ini, India akan menggunakan stok yang ada. Maka stok gula India akan berkurang 2 juta metrik ton menjadi 3,3 juta metrik ton.

India adalah produsen gula terbesar dunia setelah Brasil. Namun, India telah absen mengucurkan gula ke pasar internasional karena lebih fokus mencukupi kebutuhan dalam negeri mereka dan upaya mereka meningkatkan produksi etanol.

Platform keuangan Finimize menyebutkan, kebijakan India yang beralih ke etanol daripada gula menunjukkan tren terkini peran pertanian dalam strategi energi. Peralihan ini mempengaruhi industri makanan. Sementara India pun mengalami dinamika yang terus berkembang sebagai negara yang harus menyeimbangkan antara target ekonomi mereka dan keberlangsungan energi.

 

Produksi Brasil redakan harga   

Sementara itu produksi gula di Brasil dilaporkan meningkat. Harga dalam beberapa hari terakhir sementara inimelandai. Namun, sebelumnya muncul prediksi, Brasil akan mengalami defisit produksi gula pada semester awal 2025.  

Unica malaporkan pada Jumat (25/10/2024), produksi gula Brasil tengah dan selatan hingga pertengahan Oktober naik 8 persen year on year menjadi 2,443 juta metrik ton. Sedangkan produksi gula secara kumulatif pada musim 2024/2025 hingga pertengahan Oktober lalu naik 1,9 persen menjadi 35,591 juta metrik ton. (yen)