CV Joyo Rosan yang berlokasi di Kediri ini telah meraih sejumlah penghargaan.

Sasar Benih Tebu Bersertifikat, PT WGI dan CV Joyo Rosan Jalin Kerja Sama

Senin, 28 Oktober 2024, 15:58 WIB

Dirut PT WGI Suryani Eka Wati (kiri) bersama Mohammad Irawan Nusantara (tengah) dan Himawan Kresnowarsojo. | Sumber Foto:Dok. PT WGI

AGRONET – Kebutuhan benih tebu unggul mendorong PT Wahana Gula Investama (WGI) bekerja sama dengan CV Joyo Rosan. Langkah ini menjadi strategi perusahaan yang saat ini sedang mempersiapkan pembangunan pabrik gula baru di Tegal, Jawa Tengah.

“Benih-benih tebu unggul akan kami kembangkan bersama petani mitra  di Tegal, Jawa Tengah, merekalah yang akan memasok tebu ke pabrik gula baru,” ujar Direktur Utama PT WGI Suryani Eka Wati dalam pernyataan tertulis kepada Agronet, Senin (28/10/2024).

“Ini kontribusi kami dalam kerangka besar mencapai swasembada gula di Indonesia,” kata Suryani yang didampingi wakil perusahaan Himawan Kresnowarsojo dan Wakil Ketua Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) Adi Prasongko.

Perusahaan meyakini, benih tebu unggul adalah unsur penentu untuk memperoleh produktivitas tinggi. Salah satu penyebab merosotnya produksi gula di Indonesia adalah karena produktivitas yang rendah, rata-rata sebesar 4,50 ton tebu per hektare.

Pabrik gula sebagai pembimbing petani mitra memiliki keterbatasan untuk mengadakan bibit tebu unggul. Maka, alternatif yang diambil adalah kerja sama dengan produsen benih tebu yang bertindak sebagai penangkar.

PT WGI melirik kiprah CV Joyo Rosan yang telah menghasilkan benih/bibit bersertifikat. Penangkarnya adalah Mohammad Irawan Nusantara dan istrinya Yunia Indah Suryawati. Irawan saat ini juga aktif sebagai ketua kelompok tani Sri Lestari di desanya di Kediri.

Penangkaran CV Joyo Rosan yang berlokasi di Kediri ini telah meraih sejumlah penghargaan antara lain Inovasi Teknologi dari Provinsi Jawa Timur, Labdha Kretya dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta penangkar benih tebu tebaik dari Gamal Institute. Saat ini benih tebu yang ditangkar telah dipakai di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.  (yen)