Prediksi ini mendongkrak kembali harga gula dunia pada Rabu.

Wilmar: Awal 2025 Brasil akan Defisit Gula

Kamis, 24 Oktober 2024, 06:40 WIB

Gula | Sumber Foto:Freepik

AGRONET – Trader gula terbesar dunia, Wilmar International, meramalkan pasar gula menghadapi “risiko besar defisit gula asal Brasil” pada semester awal 2025. Menurut laman Barchart, prediksi ini  mendongkrak kembali harga gula dunia pada Rabu (23/10/2024), setelah sempat melandai.

Menurut prediksi Wilmar, defisit ini akibat rendahnya simpanan gula Brasil. Alasan lainnya adalah musim giling 2025-2026 yang diperkirakan akan dimulai terlambat akibat kekeringan yang mempengaruhi pertumbuhan tebu.  

Sebelumnya diberitakan, harga gula sempat melandai setelah badan meteorologi Brasil, Meteorologist Climatempo, meramalkan Brasil tengah dan selatan akan mendapat hujan mulai Jumat (25/10/2024). Suhu panas diperkirakan akan mereda dan tingkat kelembaban tanah akan meningkat.

Brasil adalah produsen dan pengekspor gula terbesar dunia. Brasil tengah dan selatan adalah penghasil gula terbesar di negeri itu.

Pada 11 Oktober, Brazilian Sugarcane and Bioenergy Industry Association (Unica) melaporkan bahwa hasil produksi gula di Brasil tengah dan selatan pada akhir September merosot 16,2 persen year on year (yoy) yaitu 2,829 juta metrik ton. Namun, hasil produksi kumulatif sepanjang 2024-2025 di wilayah tersebut naik 1,5 persen yaitu menjadi 33,154 juta metrik ton gula.  

Pada 26 September lalu, harga raw sugar sempat menyentuh titik tertinggi dalam 7 ¾ pekan karena kekeringan membuat prospek produksi Brasil menurun. Pada 20 September, Rabobank memotong perkiraan produksi gula Brasil 2024/2025 dari 40,3 juta metrik ton menjadi 39,3 juta metrik ton.

Kekeringan dan suhu panas menyebabkan Brasil menderita sejumlah kebakaran hebat yang merusak ladang tebu di Sao Paulo, wilayah penghasil gula tertinggi di negara itu. Kelompok industri tebu Orplana melaporkan, kekeringan menyebabkan sekitar 2 ribu titik kebakaran. Amukan api itu melanda 80 ribu hektare ladang tebu di Sao Paulo. Sementara Green Pool Commodity Specialists melaporkan, 5 juta metrik ton tebu hancur akibat kebakaran ini. (yen)