Meteorologist Climatempo,memperkirakan wilayah Brasil tengah dan selatan bakal diguyur hujan mulai Jumat.

Ramalan Hujan di Brazil Dorong Harga Gula Sedikit Melandai

Rabu, 23 Oktober 2024, 08:46 WIB

Hujan (ilustrasi) | Sumber Foto:Needix.com

AGRONET – Ramalan hujan di lahan penghasil tebu di Brasil membuat harga gula dunia melandai. Laman Barchart melaporkan, harga raw sugar #11 di New York pada Selasa (21/10/2024) menyentuh titik terendah dalam sebulan.

Badan meteorologi Brasil, Meteorologist Climatempo, melaporkan pada Senin (20/10/2024) bahwa wilayah Brasil tengah dan selatan bakal diguyur hujan, mulai Jumat pekan ini. Hujan ini diperkirakan akan menurunkan kekhawatiran soal kekeringan di Brasil. Suhu akan lebih bersahabat dan kelembaban tanah lebih terjaga.

Penurunan harga gula ini hanya landai setelah pada Senin lembaga konsulatn Datagro menurunkan perkiraan produk gula di Brasil tengah dan selatan. Produksi 2024/2025 diperkirakan sebesar 38,7 juta metrik ton gula atau turun dari perkiraan pada September lalu sebesar 39,3 juta metrik ton. Datagro beralasan, penurunan itu disebabkan kekeringan dan keterbatasan pabrik gula untuk memproduksi gula.  

Pada 26 September lalu, harga raw sugar sempat menyentuh titik tertinggi dalam 7 ¾ pekan karena kekeringan membuat prospek produksi Brasil menurun. Pada 20 September, Rabobank memotong perkiraan produksi gula 2024/2025 dari 40,3 juta metrik ton menjadi 39,3 juta metrik ton.

Kelompok industri tebu Orplana melaporkan, kekeringan menyebabkan sekitar 2 ribu titik kebakaran. Amukan api itu melanda 80 ribu hektare ladang tebu di Sao Paulo. Sementara Green Pool Commodity Specialists melaporkan, 5 juta metrik ton tebu hancur akibat kebakaran ini.  (yen)