Mekanisasi menjadi solusi karena sektor pertanian mulai kekurangan tenaga kerja secara manual.

Dorong Keuntungan Petani, PT KTM-Mitr Phol Kembali Gelar Pelatihan

Kamis, 10 Oktober 2024, 08:41 WIB

Para petani peserta pelatihan berpose di pusat pelatihan PT KTM-Mitr Phol di Lamongan, Jawa Timur, Rabu (9/10/2024). | Sumber Foto:Dok. KTM-Mitr Phol

AGRONET -- Pelatihan kepada para petani tebu kembali digelar pabrik gula milik PT Kebun Tebu Mas (KTM)-Mitr Phol di Lamongan, Jawa Timur, Rabu (9/10/2024). Kali ini, pelatihan juga dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Moch. Wahyudi dan Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Nazilatul Fikriyati.

“Pelatihan untuk pemberdayaan petani sangat penting, apalagi saat ini  harga semua komoditas sangat tinggi. Agar petani banyak untung, maka harus ada upaya peningkatan produksi melalui cara  berbudidaya tebu yang baik sehingga produksinya maksimal,” ujar Moch Wahyudi dalam keterangan tertulis PT KTM-Mitr Phol yang diterima Agronet.

Dalam pelatihan ini para petani mitra diajak menerapkan sistem modern farm atau pertanian modern. Sistem ini menggunakan mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan) agar pengelolaan tanaman tebu lebih efektif dan efisien.

Mekanisasi menjadi solusi karena sektor pertanian mulai kekurangan tenaga kerja secara manual. Selain menyasar keuntungan, sistem modern farm juga meminimalkan waktu dan biaya produksi, serta ramah lingkungan.

“Kami dari Mitr  Phol hadir di Indonesia untuk ikut mengembangkan industri gula dan mensejahterakan petani tebu. Ini tidak lepas dari sejarahnya bahwa  pemilik Mitr Phol Group mulai meniti usahanya petani tebu,” ujar Plantation Director PT KTM - Mitr Phol, Padipat Namkhet.

Saat ini PT KTM-Mitr Phol aktif menjadi salah satu anggota Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo). Mitr Phol Group sendiri adalah produsen gula dan bio-energi terbesar di Thailand dan Asia. Group bisnis tersebut adalah produsen gula terbesar kelima di dunia, dan produsen terbesar di Asia. (yen)