Inisiatif ini untuk menjawab tren terbaru di ranah kesehatan dan lingkungan.

Thailand Ekstraksi Sari Tebu Jadi Protein Berbasis Tumbuhan

Senin, 23 September 2024, 11:24 WIB

Tebu | Sumber Foto:Sarah&Jason/Wikimedia

AGRONET -- Mahidol University di Thailand berkolaborasi mengembangkan riset untuk menyarikan protein dari tebu. Laporan Sugar Asia awal September lalu menyebutkan, riset yang berlokasi di Kanchanaburi ini bertujuan menciptakan bahan pangan protein berbasis tumbuhan. Inisiatif ini untuk menjawab tren terbaru di ranah kesehatan dan lingkungan.

Menurut Asisten Profesor Teerapong Teangsompong yang mengajar administrasi niaga di Mahidol University Kanchanaburi Campus, pasar berfluktuasi akibat pengaruh kondisi global. Namun, tren pangan berbasis tumbuhan akan terus berlanjut jika terus dikembangkan dari berbagai sumber pangan biologis yang sedemikian berlimpah dan beragam.

Baru-baru ini kampus tersebut baru melakukan riset mengenai prilaku konsumen Thailand dalam membeli pangan berbasis tumbuhan secara daring. Hasilnya diterbitkan dalam jurnal akademik internasional, Heliyon. Riset menemukan bahwa “tingkat kepercayaan pada merk” adalah faktor penting yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk berbasis tumbuhan.

Tren ini ternyata sejalan dengan prilaku konsumen secara global yang didorong oleh “kepedulian  terhadap kesehatan”. Namun, para konsumen juga mengakui bahwa mereka sulit mengakses produk berbasis tumbuhan karena harganya masih relatif mahal.  

Provinsi Kanchanaburi memiliki lahan pertanian seluas sekitar 480 ribu hektare. Salah produksi mereka adalah kedelai yang selama ini menjadi bahan pokok pangan berbasis tumbuhan. Namun, tebu juga menjadi salah satu produksi pertanian di provinsi tersebut.

Menurut Teerapong, tebu tak hanya menjadi sumber pemanis dan energi, namun juga berpotensi memiliki kandungan protein. Protein ini bisa menjadi alternatif bahan baku mentah untuk dikembangkan menjadi produk pangan berbasis tumbuhan pada masa depan. (yen)