Mitr Phol Group adalah produsen gula dan bio-energi terbesar di Thailand dan Asia.

Demi Tinjau Modern Farm Petani, Bos Mitr Phol Group Terbang dari Thailand

Senin, 05 Agustus 2024, 17:12 WIB

Dialog para petinggi Mitr Phol Group dengan petani mitra di Jawa Timur, Senin (5/8/2024). | Sumber Foto:Dok. KTM-Mitr Phol

AGRONET – Bos pemilik Mitr Phol Group sengaja terbang dari Thailand untuk menyaksikan demo Modern Farm para petani tebu mitra PT Kebun Tebu Mas (KTM)-Mitr Phol di Jawa Timur, Senin (5/8/2024). Mitr Phol Group adalah produsen gula dan bio-energi terbesar di Thailand dan Asia. Group itu juga menduduki peringkat sebagai produsen gula terbesar kelima di dunia, dan terbesar di Asia.

“Saat ini Mitr Phol juga mengembangkan beberapa teknologi pengelolaan tebu agar dapat bersaing dengan negara negara lain,“ ujar Buntoeng Vongkusolkit, sang pemilik Mitr Phol Group, saat berdialog dengan para petani mitra PT KTM-Mitr Phol, dalam keterangan tertulis kepada Agronet.

Buntoeng Vongkusolkit bersama Isara Vongkusolkit adalah dua pemilik group perusahaan yang sengaja datang ke Indonesia, pekan ini. Saat meninjau demo farm, mereka didampingi President Director Mitr Phol Group, Krisda Monthienvichienchai, dan Director  PT KTM-Mitr Phol, Wichit Nivechrungsan.

Acara demo farm ini dilakukan di salah satu kebun milik petani mitra, Mohamad Abdul Karim. Kebun seluas 43 hektare ini berada di wilayah kerja pabrik gula milik PT KTM-Mitr Phol.

“Sebagai petani, kami berharap adanya transfer teknologi di bidang pertanian agar usaha tanaman tebu berproduksi tinggi dan meningkatkan pendapatan petani tebu,” kata Mohamad.

Penggunaan traktor di lahan tebu milik petani mitra PT KTM-Mitr Phol.

 

Solusi jitu di lahan tebu

Peragaan modern farm ini meliputi penggunaan mesin pertanian untuk tanam tebu dengan sistem double row, pemupukan, penanaman bibit tebu, mesin pertanian untuk penggemburan tanah, dan alat penyemprot herbisida. Semua itu dilakukan dengan menggunakan traktor kecil dengan daya 24 horse power (HP).

PT KTM-Mitr Phol dan para mitra petani  menerapkan model pertanian cerdas atau modern farm. Sistem ini menjamin hasil dan kualitas optimal sekaligus meminimalkan waktu dan biaya produksi. Bahkan, sistem modern farm yang dipakai bersifat ramah lingkungan.

Penggunaan mekanisasi pertanian dengan menggunakan traktor membuat pengelolaan tanaman tebu lebih efektif dan efisien. Cara ini diyakini perusahaan sebagai solusi yang jitu mengingat di sektor pertanian sudah mulai kekurangan tenaga kerja secara manual.

Sebagai pemilik lahan tebu, Mohamad Abdul Karim, mengakui tingginya kebutuhan akan alat dan mesin pertanian (alsintan). “Kami juga mengharapkan kredit usaha sarana alat dan mesin pertanian. Jika kami memiliki alsintan sendiri, tentu saja pengelolaan tanaman tebu lebih efisien,” katanya.

Peluang Kredit Usaha Alsintan (KUA) telah disiapkan oleh Pemerintah melalui Direktorat Pembiayaan di Kementerian Pertanian. Sistem kredit yang baru diluncurkan ini bersandar pada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2023 tentang alsintan. (yen)