Perkiraan cuaca saat giling diprediksi saat La Nina dengan kecenderungan iklim basah.

Dibayangi La Nina, Ini Strategi KTM-Mitr Phol untuk Musim Giling Tebu 2024

Kamis, 02 Mei 2024, 12:17 WIB

Lahan tebu | Sumber Foto:Dok. KTM-Mitrk Phol

AGRONET – Pabrik gula PT Kebun Tebu Mas (KTM)-Mitr Phol di Jawa Timur mempersiapkan strategi menjelang musim giling tebu 2024 yang akan dimulai 14 Mei mendatang. Strategi ini diperlukan untuk mengantisipasi tantangan giling 2024 semakin berat, karena diprediksi adanya La Nina.

Setelah El Nino 2023, pertumbuhan tanaman tebu cenderung melambat.  Sedangkan hingga awal Mei 2024, curah hujan masih tinggi di beberapa tempat.

“Perlu diingat bahwa perkiraan cuaca saat giling diprediksi saat La Nina dengan kecenderungan iklim basah. Maka perlu persiapan tebang angkut yang matang, terutama penambahan armada truk yang memadai, “ ujar Plantation Director KTM - Mitr Phol, Padipat Namkhet, saat memberikan arahan di learning center Mantub, Lamongan, seperti keterangan tertulis yang diterima Agronet, Kamis (2/5).

Selain strategi pengangkutan tebu, PT KTM-Mitr Phol  juga sudah mempersiapkan instalasi mesin pabrik termasuk proses pemeliharaannya. Perusahaan menyatakan kesiapan untuk menggiling tebu milik para petani yang menjadi mitra mereka, sekaligus mengelola lingkungan dengan baik.

PT KTM-Mitr Phol akan memulai musim giling 13 Mei 2024 dengan target produksi gula 80.000 Ton. Jumlah tebu yang digiling mencapai 1 juta ton tebu  dengan rendemen 8 persen.

Secara nasional, tahun ini produksi gula diprediksi sejumlah 2.591.335 ton. Angka ini naik 14,2 persen dibanding realisasi produksi 2023 sebesar 2.271.009 ton gula. Data ini berdasarkan angka taksasi awal yang dihimpun dari pabrik gula se-Indonesia. (yen)