
Pemerintah Kota Tarakan sejauh ini belum mengambil tindakan apapun terkait anjloknya harga rumput laut. | Sumber Foto:KBRN
AGRONET - Rumput laut menjadi salah satu komoditi andalan di Kota Tarakan. Tapi kini, keberadaannya terancam gulung tikar. Lantaran rumput laut dari para petani tidak tersalurkan dengan baik oleh pengepul ke konsumen.
Kondisi ini terjadi pasca tahun baru. Lebih dari seminggu rumput laut tertahan karena belum ada pembeli. “Ada pengepul mau beli tapi dihargai Rp 14.000/kg. Saya tidak mau jual kalau dibeli segitu. Tapi kalau Rp 18.000/kg atau Rp 21.000/kg baru saya dan lainnya pasti mau jual,” ucap Askar, salah satu petani rumput laut yang tinggal di RT 07 Kelurahan Pantai Amal.
Pemerintah Kota Tarakan sejauh ini belum mengambil tindakan apapun terkait anjloknya harga rumput laut. “Sepengetahuan kami, pemerintah tidak punya kewenangan mengatur harga rumput laut. Kami hanya stabilkan kebutuhan sembilan bahan pokok. Kalau untuk rumput laut, sejauh ini kami hanya memfasilitasi petani rumput laut dan pembeli dalam mencarikan pengepul hingga pabrik dan membantu negosiasi soal harga,” jelas Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tarakan, Wipraptono Soebagio. (KBRN/111)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










