
Muhammad Syakir, Kepala Balitbangtan, saat pengukuhan profesor riset di Bogor, Senin (15/10) | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan
AGRONET--Muhammad Syakir, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, dikukuhkan sebagai profesor riset bidang budi daya dan produksi tanaman di Bogor, hari ini, Senin (15/10). Dalam orasi yang mengangkat topik ‘Inovasi Teknologi Budidaya Lada Perdu Mendukung Peningkatan Produksi dan Daya Saing Lada Nasional’, Syakir menyampaikan bahwa IMTAg-Lada Perdu dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi dan daya saing lada. Karena makin terbatasnya tenaga kerja dan kepemilikan lahan, serta makin mahalnya usaha tani lada.
“Penerapan inovasi lada perdu memberi peluang peningkatan pemanfaatan lahan dengan hasil yang maksimal, yaitu melalui integrasi tanaman lada perdu dengan komoditas lain yang kompatibel. sehingga bisamenghasilkan keuntungan atau nilai tambah yang cukup besar,” papar Syakir.
Sebagai King of Spices, lada Indonesia dikenal dengan cita rasanya, baik lada putih maupun lada hitam. Posisi tersebut dapat diraih kembali jika berbagai potensi dapat dimanfaatkan. Lada Perdu dengan berbagai keunggulan mencuatkan potensi baru pengembangan tanaman lada ke depan, baik produksi maupun daya saing.
“Dengan pengembangan teknologi ini maka akan terbuka peluang bagi pengembangan tanaman lada di berbagai agro-ekosistem. Baik secara monokultur ataupun tumpang sari, dengan ongkos produksi yang lebih murah,” tutur Syakir.
Berbagai inovasi teknologi lada juga sudah banyak dihasilkan Balitbangtan. Mulai dari varietas unggul, perbenihan, teknologi budi daya, teknologi pengendalian OPT, model farming, teknologi panen dan prosesing yang dapat menghasilkan lada hitam atau lada putih.
Selain itu terdapat dua varietas yang baru saja dilepas tahun 2017, yaitu Ciinten dari Jawa Barat dan Malonan 1 dari Kalimantan Timur. Produktivitas dua varietas ini cukup tinggi, yaitu 2.4 hingga 3.2 ton per hektare. “Berbagai komponen teknologi tersebut juga sangat sesuai untuk mendukung pengembangan IMTAg-Lada Perdu,” terang Syakir. (222)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










