Kementan Konsisten Buat Kebijakan untuk Dukung Petani

Sabtu, 22 September 2018, 09:50 WIB

Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono, memberikan sambutan pada pembukaan rembug utama kelompok kontak tani nelayan andalan (KTNA) dan Expo KTNA di Bangka Belitung. | Sumber Foto:Biro Humas dan Informasi Publik Kementan.

AGRONET -- Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus mendorong produktivitas pangan nasional. Berbagai kebijakan dan program pemberdayaan digulirkan agar petani mampu bersaing dalam menyambut tantangan pangan dan persaingan global.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono, mengatakan Kementan sudah melakukan berbagai langkah guna mendorong visi besar pertanian. Beberapa aspek yang dilakukan seperti meninjau kembali regulasi-regulasi yang dinilai memperlambat pembangunan sektor pertanian. 

Kementan mempermudah perizinan dan konsisten menegakan aturan. "Mempermudah pengadaan benih dan pupuk, penganggaran yang tepat guna, berorientasi pada kesejahteraan petani, serta memaksimalkan lahan pertanian,” ujar Momon dalam sambutannya pada pembukaan rembug utama kelompok kontak tani nelayan andalan (KTNA) dan Expo KTNA di Bangka Belitung, Jumat (21/09).

Untuk kebijakan pascapanen, pemerintah sudah memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 190 ribu unit, subsidi benih unggul untuk 7 juta hektare. “Fasilitasi asuransi pertanian lebih dari 700 ribu hektare, pembangunan embung 4.520 unit, rehabilitasi jaringan irigasi lebih dari 3 juta hektare," jelasnya.

Sementara untuk aspek pasar, ujar momon, Kementan mengendalikan dan merekomendasikan impor komoditas dan produk pertanian strategis. Mendorong ekspor komoditas pertanian, kebijakan penetapan harga pokok pembelian, serta membangun toko tani Indonesia (TTI).

“Kebijakan-kebijakan Kementan telah membuahkan hasil yang baik. Produksi padi, jagung, bawang merah naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dengan populasi sapi yang dilakukan dengan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (UPSUS SIWAB),” tambahnya.

Ekspor produksi pertanian tahun 2017 nilainya mencapai Rp441 triliun atau naik 24 persen dari tahun sebelumnya. Untuk komoditas jagung dan bawang merah Kementan sudah menghentikan impor dan mendorong untuk pasar ekspor. (591)