Dilarang Gunakan Cantrang, Nelayan Rembang Curhat ke Ganjar

Jumat, 07 September 2018, 11:03 WIB

Sugeng Mulyadi, Ketua Kelompok Nelayan Desa Tanjungsari Rembang dan rekan sejawatnya menyampaikan keluhannya di depan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, Kamis (6/9)

AGRONET--Di antara papan bunga ucapan selamat kepada Ganjar Pranowo atas pelantikannya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Di teras kantor gubernur, Kamis (6/9), Ganjar didatangi sejumlah nelayan Rembang, Jawa Tengah, yang menuntut solusi atas dilarangnya penggunaan cantrang untuk menangkap ikan. Datang membawa sebuah kardus berisi cumi hasil tangkapan, Sugeng Mulyadi, Ketua Kelompok Nelayan Desa Tanjungsari Rembang dan rekan sejawatnya menyampaikan ucapan selamat kepada Ganjar dan meminta Ganjar untuk mendengarkan tuntutan mereka.

Saat menyambut kedatangan mereka, Ganjar langsung meminta ajudannya untuk membayar hasil tangkapan tersebut, sembari menyampaikan ucapan terima kasih kepada rombongan nelayan atas perhatian yang mereka berikan. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menjelaskan, dia harus membeli setiap pemberian dari masyarakat karena tidak ingin dianggap sebagai gratifikasi.

Usai menerima penjelasan Ganjar, Supadi, salah seorang rombongan nelayan cantrang Rembang menyampaikan curahan hati (curhat) mereka tentang rumitnya proses perpanjangan surat izin penangkapan ikan (SIPI). Pria berkumis itu membeberkan, sudah tiga bulan terakhir nelayan pengguna cantrang di Rembang tidak melaut.

“Kami punya kepentingan di mana izin SIPI alat tangkap cantrang selesai per 30 Juni kemarin dan belum diperpanjang. Selama tiga bulan ini kami tidak bisa melaut. Andaikata melaut, kami pakai solar industri,” ujarnya.
Supadi berharap, Gubernur Ganjar Pranowo dapat segera menerbitkan peraturan gubernur untuk membantu mereka mengatasi persoalan perpanjangan SIPI.

“Kami meminta kepada Pak Ganjar supaya secepatnya membuat Pergub, diberikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah untuk membuat surat edaran kepada UPT-UPT. Agar UPT memberikan rekomendasi kepada kami untuk memperpanjang penggunaan SIPI,” harapnya.

Menanggapi curhat mereka, Ganjar menjelaskan dia sudah menyampaikan kendala yang dihadapi nelayan pengguna cantrang kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, sekaligus bertanya alasan terhambatnya pengurusan SIPI.
“Izin itu memang rumitnya minta ampun. Saya bilang, ngopo to kok angel-angel. Kita seharusnya mempermudah (rakyat). Surat takgaweke, sehingga kita bisa segera koordinasi,” jelasnya.

Ganjar membenarkan, kendala mengurus perpanjangan SIPI mengakibatkan nelayan tidak dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Karenanya, penggunaan kartu nelayan menjadi sangat penting.

“Kalau izinnya tidak bisa keluar, mereka nggak bisa beli BBM subsidi. Itu pentingnya kartu nelayan sebenarnya. Hari ini Pak Asisten Sekda (Asisten Ekonomi dan Pembangunan) akan memberesi (persoalan tersebut). Kepala DKP Jateng juga akan kita undang untuk memberesi,” pungkasnya.(Humas Jateng/222)