Satgas Pangan Jabar Waspadai Inflasi di Musim Kemarau

Selasa, 28 Agustus 2018, 14:28 WIB

Beras | Sumber Foto:Pixabay

AGRONET--Produksi beras dari petani saat ini sudah semakin sedikit, mengingat panen raya juga sudah usai. Kondisi ini akan memicu terjadinya inflasi pada empat bulan terakhir pada tahun ini sehingga perlu diantisipasi.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Peternakan Dewi Sartika mengatakan antisipasi telah dilakukan oleh Satgas Pangan Jabar diantaranya dengan melakukan Operasi Pasar (OP) di seluruh wilayah di Jabar.

“Saat ini harga beras masih ada yang dijual diatas HET. Seperti misalnya beras premium dijual diatas ketetapan pemerintah sebesar 12.500 per kilogram. Bahkan beras medium dijual diatas HET 9.450 per kilogram,” jelasnya, Senin (27/08/2018).

Analis Bank Indonesia (BI) Ahmad Barkah menambahkan BI yang juga masuk dalam tim satgas dan TPID Jabar terus berupaya agar inflasi di Jabar tetap stabil.

“Trennya memang ada kenaikan inflasi, tapi satgas dan TPID terus berusaha agar inflasi terkendali sampai akhir tahun,” tuturnya.

Misalnya dengan membangun klaster pertanian khusus di beberapa wilayah di Jabar, seperti Cirebon, Kuningan dan Kabupaten Bandung. Klaster tersebut antara lain menanam cabai, yang sering menjadi pemicu inflasi di Jabar. (humas jabar/jo/222)