Kementan Lepas Ekspor Benih Jagung Hibrida ke Srilanka

Sabtu, 18 Agustus 2018, 02:45 WIB

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, ikut melepas ekspor benih jagung hibrida ke Srilanka langsung dari Gudang Pabrik Jagung PT. BISI Internasional Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri pada Kamis (16/07 | Sumber Foto:Ditjen Tanaman Pangan Kementan

AGRONET—Melalui kemudahan izin ekspor yang diberikan, Kementerian Pertanian terus mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan ekspor produk hortikultura. Salah satu produk yang berhasil diekspor kali ini adalah benih jagung hibrida ke Srilanka.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, ikut melepas ekspor benih jagung hibrida ke Srilanka langsung dari Gudang Pabrik Jagung PT. BISI Internasional Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri pada Kamis (16/07).

Kegiatan pelepasan ini sekaligus menandai penyerahan ijin ekspor kepada presiden direktur PT. BISI Internasional, Jemmy Eka Putra, yang dilanjutkan dengan Penyerahan Sertifikat Phytosanitary (PC) oleh Kepala BBKP Surabaya, M. Musyaffak Fauzi, dan Sertifikat Seed Analysis oleh Kepala UPT.PSBTPH Jawa Timur, Satoto Berbudi, kepada PT. BISI Internasional.

Pelepasan ekspor benih jagung hibrida ini disaksikan langsung oleh Bupati Kabupaten Kediri, Hariayanti Sutrisno dan kelompok tani jagung setempat.

“Saat ini benih jagung hibrida produksi BISI dengan beragam varietasnya memang telah berhasil menjadi market leader di Indonesia. Salah satu varietas BISI-222, sudah berhasil menembus pasar ekspor. Kalau dulu Kita impor membayar pakai mata uang asing, sekarang Kita dapat uang asing. Itu poin yang sangat penting. Sekarang melepas dan menghasilkan demi kedaulatan," papar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumardjo Gatot Irianto.

Sementara Jemmy Eka Putra, presiden direktur PT. BISI Internasional, menyatakan ekspor benih jagung hibrida BISI-222 tahun 2018 ini sebanyak 20 ton ke Srilanka. Ekspor benih jagung hibrida ke Srilanka dan Pakistan ditargetkan bisa terpenuhi total 500 ton senilai USD 1.500.000. Sedangkan tahun depan diharapkan bisa meningkat menjadi 1.000 ton senilai USD 3.000.000.

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi BISI bisa mengekspor benih jagung hibrida ke Srilanka. Karena, selain produk benih BISI bisa diterima dengan baik dan sesuai dengan iklim setempat, Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara, selain Thailand dan Australia, yang boleh melakukan ekspor benih jagung langsung ke Srilanka.

“Dukungan pemerintah dalam memacu ekspor, khususnya ekspor benih, saat ini sangat besar. Salah satunya adalah pengurusan dokumen dan penerbitan ijin ekspor yang mudah dan cepat, sehingga sangat membantu produsen benih seperti BISI yang hendak melakukan ekspor. Kami berharap, ke depannya pemerintah juga bisa menjalin kerjasama dengan negara-negara lain untuk semakin memperluas pasar ekspor benih dari Indonesia. "papar Jemmy. (222)