Sumenep Targetkan Panen Jagung Hibrida 6 Ton per Hektare

Rabu, 07 Maret 2018, 19:15 WIB

Kepala Dispertahortbun Sumenep, Bambang Heriyanto menargetkan panen 6 ton jagung hibrida.

AGRONET - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep tahun ini menargetkan produksi jagung mencapai 6 ton per hektar pada program kemitraan jagung hibrida. Kepala Dispertahortbun Sumenep, Bambang Heriyanto mengungkapkan, program pengembangan kemitraan jagung hibrida akan terus digalakkan pemerintah dengan mencari lokasi dan petani yang berminat mengganti pola tanam jagung lokal menjadi jagung hibrida dalam mendukung program ketahanan pangan.

Program kemitraan ini mendukung ketersediaan jagung hibrida di Indonesia. Sekaligus ini meningkatkan pendapatan petani, sebab dengan target 6 ton maka ditarget petani bisa mendapatkan keuntungan 10 juta per hektar.

Melalui program kemitraan ini, para petani diajak beragribisnis menjadi pengusaha, bahkan Dispertahortbun juga melibatkan 4 stakeholder, yaitu produsen jagung hibrida, produsen pupuk, perbankan, serta melakukan kontrak kerja dengan pembeli. Empat stakeholder ini akan bertanggung jawab mulai dari persiapan lahan, pengelolaan lahan tanam hingga paska panennya.

“Kalau hasil produksi jagung hibrida jangan dibandingkan dengan Jawa, karena Sumenep batu bertanah, tapi saya target 10 juta per hektar jadi bayangkan dengan luas itu berapa miliar uang yang beredar di Sumenep,” ujar Bambang, Rabu (07/03). Bambang berharap petani tidak mengalami kesulitan mulai masa tanam hingga pasca panen. (KBRN/111)