Teknologi Baru Pengaruhi Meningkatnya Produksi Jagung

Minggu, 04 Maret 2018, 17:10 WIB

Petani dari Kabupaten Agam sedang panen jagung | Sumber Foto:KBRN

AGRONET - Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu mengatakan, di samping surplus padi, Agam juga mengalami peningkatan produksi jagung setiap tahun, begitu juga dengan luas panennya. "Produksi jagung tahun 2017 sebanyak 114.730 ton, dari luas panen 14.900 hektar, dan luas tanamnya 16.009 hektar, yang tersebar di 15 kecamatan yang ada di daerah itu," ujarnya, Sabtu (3/3).

Jumlah itu, terang Arief, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2014, produksi jagung di Agam hanya 60.421 ton, dari luas tanam 7.932 hektar, dan luas panen 7.652 hektar. Tahun 2015, produksi jagung meningkat menjadi 74.188 ton, dari luas panen 9.419 hektar, dan luas tanam 10.239 hektar. "Tahun 2016, produksi jagung 89.660 atau naik sekitar 27,9 persen, dari luas panen 12.252 hektar, dan luas tanam 14.084 hektar," ulasnya.

Menurut Arief, pengembangan jagung di Kabupaten Agam hanya di 15 kecamatan, dari 16 kecamatan yang ada, karena satu kecamatan lagi, seperti Kecamatan Malalak tidak ada melakukan pengembangan jagung. “Peningkatan terjadi berkat pembinaan yang dilakukan penyuluh pertanian di setiap kecamatan, di sela memberikan teknologi baru, bantuan bibit, dan pupuk setiap tahunnya kepada petani,” terangnya. (KBRN/111)

BERITA TERKAIT