Asam Jawa Untuk Mengolah Limbah Cair Tambang Emas

Selasa, 14 November 2017, 17:02 WIB

Penggunaan biji asam Jawa dengan dosis 0,3 g/L mampu menurunkan kandungan logam berat merkuri sebanyak 93,09%

AGRONET - Pengolahan limbah yang baik, sudah menjadi kewajiban bagi penambangan emas. Seperti diketahui limbah sisa hasil penambangan mengandung logam berat dan ini dapat merusak lingkungan. Berbagai metode pengolahan air limbah pun kini terus diteliti untuk menentukan metode terbaik untuk mengolah air limbah tersebut.

Mahasiswi Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Institut Pertanian Bogor (IPB), Rofi’ul Hidayah berinisiasi menggunakan biji asam jawa untuk mereduksi kandungan logam berat yang terdapat pada air limbah penambangan emas tradisional. Di bawah bimbingan Dr. Ir. Hefni Effendi, M. Phil dan Dr. Ir. Sigid Hariyadi, M.Sc, Rofi’ul Hidayah mencoba mengolah limbah tambang emas dengan metode koagulasi (penggumpalan).

Dalam metode ini, serbuk biji asam Jawa ditambahkan ke dalam air limbah kemudian ekstrak asam Jawa akan menangkap senyawa berbahaya dan logam berat di dalam gumpalan-gumpalan mikroskopis (flok). Flok kemudian diendapkan dan logam berat yang terkandung di dalam air akan ikut mengendap. Endapan yang mengandung logam berat kemudian dipisahkan dan air yang telah diolah akan mengalami penurunan kadar logam berat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan biji asam Jawa dengan dosis 0,3 g/L mampu menurunkan kandungan logam berat merkuri sebanyak 93,09?n menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 76,74%. Penggunaan dengan dosis 0,4 g/L juga mampu menurunkan padatan terlarut sebesar 96,95%.

”Dengan diaplikasikannya serbuk asam jawa pada limbah penambangan emas tradisional, diharapkan logam berat dan senyawa berbahaya lainnya dapat dikurangi secara drastis dan biaya pengolahan dapat ditekan dengan memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan,”ujarnya. (Humas IPB/EIR/Zul/555)
 

BERITA TERKAIT